Misteri kematian Sutrimo (S), kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, masih menyisakan tanda tanya.
Polda Metro Jaya mempercepat penyelidikan dengan membongkar setiap jejak yang terekam kamera pengawas mulai dari klinik hingga rumah sakit.
Tim penyelidik tak hanya mengumpulkan keterangan saksi, tetapi juga menelusuri rekaman CCTV yang diyakini dapat memperjelas detik-detik terakhir sebelum korban dinyatakan meninggal dunia.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto mengungkapkan rekaman CCTV dari Klinik Mordent telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan digital forensik.
“Polisi juga meminta rekaman kamera pengawas milik RS Muhammadiyah Taman Puring agar seluruh rangkaian peristiwa dapat dipetakan secara utuh,” ujar Kombes Pol Bhudi Hermanto pada Sabtu (1/8/2026).
Lanjutnya, selain mengandalkan bukti elektronik, penyelidik masih akan memanggil sejumlah pihak untuk dimintai klarifikasi, termasuk tenaga medis yang menangani korban.
“Polisi juga menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik sebagai bagian penting dalam proses pengungkapan perkara,” kata dia.
Ia menjelaskan, sejauh ini, lima saksi telah diperiksa. Mereka terdiri atas pengemudi ambulans, pemilik perusahaan ambulans, seorang pihak yang sempat berkomunikasi dengan korban, serta sopir ambulans yang mengantar korban dari Klinik Mordent menuju RS Muhammadiyah Taman Puring.
“Seluruh pemeriksaan difokuskan untuk menyusun kronologi secara lengkap, mulai dari saat korban mendapatkan penanganan medis hingga jenazah diberangkatkan ke Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah,” jelasnya.
Dari hasil penyelidikan sementara, korban diketahui dibawa menggunakan ambulans dari Klinik Mordent menuju RS Muhammadiyah Taman Puring pada Kamis (23/7) sekitar pukul 09.10 WIB.
“Setelah menjalani penanganan medis di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia,” ucapnya.
“Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 12.45 WIB, jenazah diberangkatkan menuju Banyumas untuk dimakamkan,” tambahnya.
Sebelumnya, tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Selatan, dan Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara di Klinik Mordent.
Seluruh hasil pemeriksaan TKP, analisis rekaman CCTV, hingga uji laboratorium forensik kini menjadi bahan utama penyelidik untuk mengungkap penyebab pasti kematian Sutrimo.










