Ketua Yayasan Binterbusih,Foto bersama siswinya yang berprestasi Lolos tes IPDN

Membanggakan,Tiga Siswi Dampingan Yayasan Binterbusih Lolos Test IPDN

Kunker Ke Bali,BNN Salurkan 2000 Paket Sambako Untuk Korban Banjir

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyalurkan 2.000 paket sembako bagi masyarakat terdampak banjir di Bali,Rabu(17/9)

Dandim Brebes Tekankan Loyalitas dan Soliditas TNI Kepada Jajarannya

Letkol Infanteri Tentrem Basuki, gelar jam komandan di Aula Jenderal Soedirman Makodim 0713 Brebes. Selasa (13/9/2022).

Pisah Sambut Kalapas Narkotika Karang Intan,Dorong Inovasi Berkualitas

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan (Kalsel), Mulyadi, pimpin serah terima jabatan

Hari Batik Nasional,KAI Hadirkan Live Music Gamelan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang menggelar ragam kegiatan bertema batik yang berlangsung di Stasiun Semarang Tawang


Senin, 01 Juni 2026

Tahun KA Argo Merbabu, Layani Lebih dari 462 Ribu Pelanggan dan Catat Tren Pertumbuhan Signifikan


 Kereta Api Argo Merbabu genap berusia tiga tahun sejak resmi beroperasi pada 1 Juni 2023. Dalam kurun waktu tersebut, layanan kereta api kelas eksekutif relasi Semarang Tawang–Gambir pulang pergi ini telah melayani lebih dari 462 ribu pelanggan dan menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten setiap tahunnya.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api jarak jauh yang mengedepankan kenyamanan, ketepatan waktu, dan efisiensi perjalanan.

“Selama tiga tahun beroperasi, KA Argo Merbabu terus menunjukkan performa positif dan menjadi salah satu layanan unggulan yang menghubungkan Semarang dengan Jakarta. Tingginya minat pelanggan menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan utama untuk perjalanan antarkota,” ujar Luqman Arif.

KA Argo Merbabu melayani relasi Semarang Tawang–Gambir pulang pergi melalui lintas utara dengan menggunakan rangkaian Eksekutif New Image. Waktu tempuh perjalanan sekitar 5 jam 20 menit dengan kecepatan operasional hingga 120 km per jam, serta melayani tiga perjalanan setiap hari dari masing-masing kota.

Dalam satu rangkaian perjalanan, KA Argo Merbabu memiliki kapasitas sebanyak 450 tempat duduk yang terdiri dari 9 kereta kelas eksekutif, 1 kereta makan, dan 1 kereta pembangkit listrik.

Berdasarkan data KAI Daop 4 Semarang, jumlah pelanggan KA Argo Merbabu terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2023, tercatat sebanyak 42.253 pelanggan. Angka tersebut meningkat menjadi 85.449 pelanggan pada tahun 2024, dan melonjak signifikan pada tahun 2025 dengan total 230.669 pelanggan. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan ini telah melayani 104.327 pelanggan dan diproyeksikan terus bertambah hingga akhir tahun.

Luqman menambahkan, pertumbuhan tersebut menjadi indikator kuat bahwa layanan kereta api semakin dipercaya sebagai moda transportasi yang andal, aman, dan ramah lingkungan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan atas kepercayaannya. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi kenyamanan, keselamatan, ketepatan waktu, maupun kemudahan akses layanan,” tambahnya.

Memasuki usia tiga tahun, KA Argo Merbabu diharapkan terus memperkuat perannya sebagai layanan kereta api unggulan yang mendukung konektivitas antara Semarang dan Jakarta, sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin dinamis.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang
Luqman Arif

Minggu, 31 Mei 2026

Daop 4 Semarang Layani 229 Ribu Penumpang pada Masa Libur Iduladha 1447 H dan Akhir Pekan


PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat tingginya mobilitas masyarakat pada masa libur Hari Raya Iduladha 1447 H yang berlanjut dengan libur akhir pekan. Selama periode 27 hingga 31 Mei 2026, total volume penumpang di wilayah Daop 4 Semarang mencapai 229.345 penumpang.

*Rincian jumlah penumpang pada periode tersebut yaitu:*

1. Rabu, 27 Mei 2026 total penumpang 42.719, terdiri dari 17.551 penumpang naik dan 25.168 penumpang turun.
2. Kamis, 28 Mei 2026 total penumpang 39.712, terdiri dari 20.160 penumpang naik dan 19.552 penumpang turun.
3. Jumat, 29 Mei 2026 total penumpang 45.527, terdiri dari 23.364 penumpang naik dan 22.163 penumpang turun.
4. Sabtu, 30 Mei 2026 total penumpang 54.525, terdiri dari 26.797 penumpang naik dan 27.728 penumpang turun.
5. Minggu, 31 Mei 2026 total penumpang 46.862, terdiri dari 23.972 penumpang naik dan 22.890 penumpang turun.

KAI Daop 4 Semarang setiap harinya menyediakan sebanyak 16.624 tempat duduk, dengan pengoperasian 33 perjalanan kereta api reguler serta 73 perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Daop 4 Semarang. Selain itu, terdapat 1 kereta api tambahan yang melintas, yaitu KA Argo Anjasmara, guna mengakomodasi peningkatan kebutuhan pelanggan.

“Pada masa libur Iduladha yang berlanjut dengan akhir pekan, terjadi peningkatan signifikan mobilitas masyarakat di wilayah Daop 4 Semarang. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif.

KAI melihat adanya tren peningkatan mobilitas masyarakat pada momen libur keagamaan yang beriringan dengan akhir pekan. Kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan efisiensi waktu, kenyamanan, serta keandalan perjalanan.

*KA dan Kota Tujuan Favorit*

Sejumlah kereta api yang menjadi favorit masyarakat pada periode ini antara lain KA Kaligung, Ambarawa Ekspres, Kamandaka, Airlangga, Joglosemarkerto, Kedung Sepur, Menoreh, Banyubiru, Argo Merbabu, dan Argo Sindoro.

Adapun kota-kota tujuan favorit pelanggan dari wilayah Daop 4 Semarang meliputi Surabaya, Pasar Senen (Jakarta), Gambir (Jakarta), Solo Balapan, dan Bekasi yang menjadi destinasi utama untuk keperluan mudik, liburan, maupun silaturahmi bersama keluarga.

*Stasiun dengan Volume Penumpang Tertinggi*

Tiga stasiun dengan volume penumpang tertinggi di wilayah Daop 4 Semarang selama periode 27–31 Mei 2026 yaitu:

1. Stasiun Semarang Tawang sebanyak 68.520 penumpang, terdiri dari 32.112 penumpang naik dan 36.408 penumpang turun
2. Stasiun Semarang Poncol sebanyak 54.361 penumpang, terdiri dari 26.125 penumpang naik dan 28.236 penumpang turun
3. Stasiun Tegal sebanyak 29.545 penumpang, terdiri dari 14.517 penumpang naik dan 15.028 penumpang turun

KAI Daop 4 Semarang mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id, maupun kanal resmi lainnya. Pelanggan juga diharapkan hadir lebih awal di stasiun, minimal 30 menit sebelum keberangkatan.

KAI Daop 4 Semarang berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal dalam mendukung mobilitas masyarakat, khususnya pada periode Hari Raya Iduladha 1447 H dan libur akhir .

Minggu, 24 Mei 2026

BNN UNGKAP SEJUMLAH KASUS NARKOTIKA DI BERBAGAI WILAYAH INDONESIA

 
Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana narkotika melalui Operasi Sapu Bersih Narkoba (Ops. Saber Bersinar) yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia, meliputi Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Jakarta, Sumatera Barat, Aceh, Sulawesi, Jawa Timur, Riau, hingga Kepulauan Riau. Pengungkapan tersebut merupakan hasil sinergi BNN RI bersama Kepolisian Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta instansi terkait lainnya dalam upaya pemberantasan jaringan peredaran gelap narkotika nasional maupun lintas negara.

Dalam operasi gabungan tersebut, BNN RI bersama jajaran berhasil mengungkap sejumlah kasus narkotika dengan total 31 tersangka. Dari seluruh pengungkapan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti berupa sabu sebanyak 136,5 kilogram, ganja sebanyak 147 kilogram, etomidate sebanyak 1.260 mililiter, ketamin sebanyak 1.029 gram, serta ekstasi sebanyak 6.681 butir. 

Secara keseluruhan, total potensi masyarakat yang berhasil diselamatkan dari penyalahgunaan narkotika mencapai sekitar 353.312 jiwa dengan potensi nilai ekonomi barang bukti yang berhasil disita mencapai Rp211,4 miliar. Berikut koronologis pengungkapannya :

*BNN Ungkap Jaringan Sabu Aceh–Bogor, 29 Kg Diamankan*
Tim gabungan BNN dan Bea Cukai berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu jaringan Aceh–Bogor pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 04.30 WIB di parkiran sebuah minimarket di Parung Panjang, Bogor. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tiga tersangka yakni TA, Y, dan I, serta menyita 29 bungkus kemasan teh Cina warna hijau berisi sabu dengan berat total kurang lebih 29 kilogram yang disembunyikan di dalam kendaraan yang digunakan pelaku.

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait pengiriman narkotika dari Langsa, Aceh menuju Jabodetabek melalui jalur darat dan penyeberangan Bakauheni–Merak. Tim gabungan yang terdiri dari Dit. Interdiksi BNN, Dit. Intelijen BNN, Bea Cukai, BNNP Sumsel, dan BNNP Banten kemudian melakukan surveillance hingga ke Bogor. Setelah kendaraan target ditinggalkan di Parung Panjang dan para pelaku bergerak menuju Bandara Soekarno-Hatta, petugas berhasil mengamankan seluruh tersangka dan membawa mereka beserta barang bukti ke Kantor BNN untuk proses pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.

*Respon cepat keluhan masyarakat, BNN gelar Operasi Saber Bersinar di Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara*
Berawal dari informasi masyarakat terkait maraknya peredaran narkotika di kawasan Aek Kanopan Timur, Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara, petugas BNN melakukan analisis, pemetaan, dan penyelidikan terhadap aktivitas jaringan peredaran gelap narkotika di wilayah tersebut.

Pada 13 Mei 2026, petugas melaksanakan Operasi Saber Bersinar dan berhasil mengidentifikasi seorang pengendali berinisial WW yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan satu orang pelaku berinisial RT. Petugas juga menyita paket sabu siap edar dengan total berat 0,90 gram.

Hasil penyelidikan menunjukkan adanya sistem pembagian peran antara pengendali dan penjaga lapak dalam menjalankan aktivitas peredaran narkotika di kawasan tersebut. 

Pengungkapan kasus tersebut menjadi salah satu bentuk respons cepat BNN terhadap keresahan masyarakat sekaligus komitmen dalam menjaga lingkungan dari ancaman peredaran gelap narkotika.

*Pengungkapan Jaringan RA di wilayah Kalimantan Timur*
Selanjutnya, BNN RI berhasil mengungkap jaringan DPO Faturahman di wilayah Kalimantan Timur. Operasi yang dimulai sejak April 2026 tersebut berhasil ditindak pada 7 Mei 2026 di Jalan Lintas Poros Samarinda–Berau, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan empat orang pelaku berinisial IP, RA, RM, dan MA. Dari hasil penggeledahan, petugas menyita narkotika jenis sabu seberat 92.127 gram atau sekitar 92,1 kilogram serta 1.000 cartridge vape yang mengandung etomidate sebanyak 1.000 mililiter.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan dua kendaraan dengan satu kendaraan berfungsi sebagai pengawal dan kendaraan lainnya digunakan untuk mengangkut narkotika yang disembunyikan di dalam koper serta kotak berlapis plastik hitam.

*Pengungkapan Jaringan Narkotika Transnasional melalui Jasa Ekspedisi dan Kurir Terbang*
BNN bersama Bea dan Cukai berhasil mengungkap jaringan narkotika transnasional yang memanfaatkan jasa ekspedisi dan kurir terbang untuk memasukkan serta mendistribusikan sabu ke berbagai wilayah Indonesia.

Dalam pengungkapan jaringan Golden Triangle, petugas menemukan 10 paket sabu asal Laos yang dikirim menuju wilayah Cengkareng, Jakarta Barat dengan menggunakan identitas dan alamat penerima fiktif. Para pelaku diketahui memanfaatkan jasa transportasi online untuk mengambil paket tersebut. Dari hasil controlled delivery, petugas berhasil menyita sabu seberat 1.875 gram dan menduga jaringan tersebut sedang melakukan uji jalur distribusi narkotika ke Indonesia.

Selain itu, pada 29 April 2026 petugas gabungan BNN dan Bea Cukai berhasil mengamankan dua kurir terbang berinisial AA dan DN di Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta. Kedua pelaku menggunakan identitas palsu dan membawa sabu seberat 3.986 gram yang rencananya akan diedarkan di wilayah Lombok dan kawasan pariwisata sekitarnya.

Pengungkapan berikutnya dilakukan pada 2 Mei 2026 terhadap tiga kurir berinisial MF, AH, dan AM di Jakarta Pusat. Dari hasil penggeledahan, petugas menyita 7.159 gram sabu yang sedang dipecah dan dikemas ulang di kamar hotel untuk diedarkan di wilayah Jabodetabek. Jaringan tersebut diketahui dikendalikan oleh seorang buronan berinisial KB. Barang tersebut rencananya akan di bawa dan diedarkan di kendari sultra

Dari seluruh pengungkapan jaringan transnasional tersebut, petugas berhasil menyita total sabu seberat 13.020 gram atau sekitar 13 kilogram. Hasil pengungkapan ini menunjukkan bahwa jaringan narkotika terus mengembangkan modus operandi dengan memanfaatkan jalur internasional, identitas palsu, jasa ekspedisi, hingga kawasan pariwisata sebagai target peredaran.

*Pengungkapan Jaringan Ganja Sumatera Barat*
Pada 10 Mei 2026, BNN RI bersama BNNP Sumatera Barat berhasil mengungkap jaringan pengiriman ganja di Jalan Bukittinggi–Padang Sidempuan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan empat orang pelaku berinisial MI, DR, AR, dan NL. Dari hasil penggeledahan, petugas menyita tujuh karung berisi 150 bungkus narkotika jenis ganja dengan total berat 145.085,23 gram atau sekitar 145 kilogram.

Para pelaku menggunakan pola serupa dengan kasus sebelumnya, yakni pengawalan kendaraan untuk memantau keamanan rute distribusi dan memastikan pengiriman narkotika berjalan aman. Jaringan tersebut diketahui dikendalikan oleh seorang buronan berinisial TH.

*Operasi Saber Bersinar di Berbagai Wilayah Indonesia*
Selain pengungkapan tersebut, BNN RI dan jajaran juga melaksanakan operasi penindakan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sulawesi, Jawa Timur, Riau, dan Kepulauan Riau.

Di Riau, petugas berhasil mengungkap aktivitas peredaran sabu di kawasan kampung narkoba dan menyita ratusan paket sabu siap edar. Di Sumatera Utara, petugas berhasil mengamankan tiga orang pelaku di Kota Medan dengan barang bukti berupa dua kilogram sabu, 6.674 butir pil ekstasi, 50 bungkus happy water, dan dua papan happy five.

Di Aceh, petugas gabungan BNNP Aceh dan Polres Bireun berhasil menyita sabu dan ketamin siap edar. Sementara di Sulawesi Tengah, petugas berhasil menggagalkan pengiriman ganja seberat dua kilogram dari Medan menuju Morowali dengan modus identitas dan alamat penerima fiktif.

Selanjutnya, di Kepulauan Riau, petugas berhasil mengungkap penyelundupan 260 pcs vape yang diduga mengandung etomidate dari Malaysia melalui Pelabuhan Ferry Harbour Bay Batam.

Sedangkan di Jawa Timur, BNNP Jawa Timur bersama BNNK jajaran berhasil mengamankan 15 orang yang terdiri dari penyalahguna dan pelaku peredaran gelap narkotika di sejumlah wilayah dengan jumlah barang bukti sabu seberat 34,86 gram.

*Ancaman hukuman*
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan pidana lainnya, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.

Hasil pengungkapan ini menunjukkan bahwa jaringan narkotika terus mengembangkan modus operandi dengan memanfaatkan jasa pengiriman, identitas palsu, serta produk cairan vape sebagai media penyelundupan narkotika.

BNN mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam memberikan informasi kepada aparat penegak hukum terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika demi mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba).

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI

Akhir Pekan Jelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, 109,356 Penumpang Gunakan KA di Wilayah Daop 4 Semarang

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat sebanyak 109,356 penumpang telah menggunakan layanan kereta api selama periode akhir pekan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, yakni pada tanggal 22 hingga 24 Mei 2026. Dari jumlah tersebut, terdiri dari 53,552 penumpang naik dan 55,804 penumpang turun di stasiun wilayah Daop 4 Semarang.


Tingginya angka tersebut menunjukkan meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan moda transportasi kereta api untuk bepergian, baik untuk keperluan mudik awal, liburan, maupun aktivitas lainnya menjelang Hari Raya Idul Adha.


Berdasarkan data sementara per tanggal 24 Mei 2026 pukul 07.00 WIB yang masih dapat berubah, rincian jumlah penumpang selama periode tersebut adalah sebagai berikut:


• Jumat, 22 Mei 2026: sebanyak 37,446 penumpang, terdiri dari 19,351 penumpang naik dan 18,095 penumpang turun 
• Sabtu, 23 Mei 2026: sebanyak 40,135 penumpang, terdiri dari 18,356 penumpang naik dan 21,779 penumpang turun 
• Minggu, 24 Mei 2026: sebanyak 31,775 penumpang, terdiri dari 15,845 penumpang naik dan 15,930 penumpang turun 


Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa tren pergerakan penumpang pada akhir pekan ini menunjukkan tingginya aktivitas masyarakat yang mulai melakukan perjalanan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H.


“Selama periode akhir pekan ini, arus pergerakan penumpang di wilayah Daop 4 Semarang terpantau cukup tinggi, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Luqman.


Untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan, KAI Daop 4 Semarang mengoperasikan sebanyak 33 perjalanan KA reguler keberangkatan setiap hari, serta melayani 73 perjalanan KA yang melintas di wilayah Daop 4. Selain itu, KAI juga mengoperasikan 1 perjalanan KA tambahan guna mendukung peningkatan volume penumpang.


Adapun kapasitas tempat duduk yang tersedia mencapai 16.982 tempat duduk per hari, yang dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat selama periode akhir pekan ini.


Sejumlah kota tujuan favorit pelanggan pada periode ini antara lain:

1. Gambir (Jakarta) 
2. Surabaya Gubeng 
3. Pasar Senen (Jakarta) 
4. Solo Balapan 
5. Tegal 
6. Pekalongan 
7. Bekasi 


Sementara itu, kereta api yang menjadi pilihan utama masyarakat meliputi:

1. KA Kaligung 
2. KA Airlangga 
3. KA Ambarawa Ekspres 
4. KA Kamandaka 
5. KA Kedung Sepur 
6. KA Joglosemarkerto 
7. KA Argo Merbabu 
8. KA Menoreh 
9. KA Banyubiru 
10. KA Argo Sindoro 


Selain pengoperasian KA tambahan, KAI Daop 4 Semarang juga melakukan optimalisasi layanan melalui pengaturan kapasitas dan kesiapan operasional guna memastikan seluruh perjalanan berjalan dengan lancar.


“Kami terus memastikan kesiapan operasional baik dari sisi sarana, prasarana, maupun pelayanan agar seluruh perjalanan kereta api dapat berjalan aman, nyaman, dan tepat waktu, khususnya dalam menghadapi momen peningkatan mobilitas menjelang Hari Raya Idul Adha,” tambah Luqman.


KAI mengimbau kepada masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi, serta memperhatikan jadwal keberangkatan guna kelancaran perjalanan.


Untuk informasi lebih lanjut terkait jadwal perjalanan dan ketersediaan tiket, masyarakat dapat mengakses aplikasi Access by KAI, website resmi KAI, atau Contact Center KAI 121.



Selasa, 19 Mei 2026

Demi Keselamatan, KAI Daop 4 Semarang Tutup Perlintasan Sebidang yang Tidak Dijaga

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang melakukan penutupan perlintasan sebidang yang tidak dijaga di JPL 46 Km 34+1 petak jalan Gubug – Karangjati, Desa Milir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan pada Selasa (19/5). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka percepatan program peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang yang dilakukan secara serentak di wilayah Jawa dan Sumatera Tahun 2026.

Sebelum pelaksanaan penutupan perlintasan sebidang, KAI Daop 4 Semarang telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan setempat, serta pihak-pihak terkait guna memastikan proses penutupan berjalan aman dan lancar. Langkah ini diambil untuk mencegah kecelakaan antara kereta api dan kendaraan bermotor di perlintasan sebidang, yang sering kali berujung pada korban jiwa serta kerusakan sarana dan prasarana perkeretaapian.

Sesuai Pasal 94 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian ayat 1 menyebutkan bahwa untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup. Dan pada ayat 2 menyebutkan bahwa Penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah.

“Berdasarkan regulasi tersebut dan demi keselamatan bersama, KAI akan secara tegas melakukan penutupan perlintasan sebidang yang tidak dijaga dan berisiko tinggi terhadap kecelakaan. Keselamatan perjalanan kereta api serta para pengguna jalan harus menjadi prioritas utama,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif.

KAI terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan sebagai regulator, serta aparat kewilayahan seperti TNI, Polri dan Komunitas Railfans dalam upaya meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.

Berdasarkan data tahun ini di wilayah Daop 4 Semarang, hingga 19 Mei 2026 telah terjadi 12 kecelakaan di perlintasan sebidang. Sementara itu, sepanjang tahun 2025 tercatat 21 kecelakaan di perlintasan sebidang.

Angka kecelakaan tersebut menunjukkan bahwa diperlukan langkah tegas dan serius untuk mengatasi permasalahan ini, salah satunya dengan menutup perlintasan sebidang yang tidak dijaga.

Hingga tanggal 19 Mei Tahun 2026 Daop 4 Semarang telah melaksanakan penutupan sebanyak 6 perlintasan sebidang dan untuk program penutupan perlintasan sebidang di Daop 4 Semarang selama tahun 2026 sebanyak 11 perlintasan sebidang yang tidak dijaga.

KAI berharap semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, dapat berperan aktif dalam menciptakan keselamatan di perlintasan sebidang.

“Kepedulian semua pemangku kepentingan, termasuk para pengguna jalan, sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman di sekitar jalur kereta api. Keselamatan segenap anak bangsa adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Luqman.

Humas KAI Daop 4 Semarang
Luqman Arif

BNN UNGKAP SEJUMLAH KASUS NARKOTIKA DI BERBAGAI WILAYAH INDONESIA

 
Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana narkotika melalui Operasi Sapu Bersih Narkoba (Ops. Saber Bersinar) yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia, meliputi Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Jakarta, Sumatera Barat, Aceh, Sulawesi, Jawa Timur, Riau, hingga Kepulauan Riau. Pengungkapan tersebut merupakan hasil sinergi BNN RI bersama Kepolisian Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta instansi terkait lainnya dalam upaya pemberantasan jaringan peredaran gelap narkotika nasional maupun lintas negara.

Dalam operasi gabungan tersebut, BNN RI bersama jajaran berhasil mengungkap sejumlah kasus narkotika dengan total 31 tersangka. Dari seluruh pengungkapan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti berupa sabu sebanyak 136,5 kilogram, ganja sebanyak 147 kilogram, etomidate sebanyak 1.260 mililiter, ketamin sebanyak 1.029 gram, serta ekstasi sebanyak 6.681 butir. 

Secara keseluruhan, total potensi masyarakat yang berhasil diselamatkan dari penyalahgunaan narkotika mencapai sekitar 353.312 jiwa dengan potensi nilai ekonomi barang bukti yang berhasil disita mencapai Rp211,4 miliar. Berikut koronologis pengungkapannya :

*BNN Ungkap Jaringan Sabu Aceh–Bogor, 29 Kg Diamankan*
Tim gabungan BNN dan Bea Cukai berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu jaringan Aceh–Bogor pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 04.30 WIB di parkiran sebuah minimarket di Parung Panjang, Bogor. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tiga tersangka yakni TA, Y, dan I, serta menyita 29 bungkus kemasan teh Cina warna hijau berisi sabu dengan berat total kurang lebih 29 kilogram yang disembunyikan di dalam kendaraan yang digunakan pelaku.

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait pengiriman narkotika dari Langsa, Aceh menuju Jabodetabek melalui jalur darat dan penyeberangan Bakauheni–Merak. Tim gabungan yang terdiri dari Dit. Interdiksi BNN, Dit. Intelijen BNN, Bea Cukai, BNNP Sumsel, dan BNNP Banten kemudian melakukan surveillance hingga ke Bogor. Setelah kendaraan target ditinggalkan di Parung Panjang dan para pelaku bergerak menuju Bandara Soekarno-Hatta, petugas berhasil mengamankan seluruh tersangka dan membawa mereka beserta barang bukti ke Kantor BNN untuk proses pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.

*Respon cepat keluhan masyarakat, BNN gelar Operasi Saber Bersinar di Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara*
Berawal dari informasi masyarakat terkait maraknya peredaran narkotika di kawasan Aek Kanopan Timur, Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara, petugas BNN melakukan analisis, pemetaan, dan penyelidikan terhadap aktivitas jaringan peredaran gelap narkotika di wilayah tersebut.

Pada 13 Mei 2026, petugas melaksanakan Operasi Saber Bersinar dan berhasil mengidentifikasi seorang pengendali berinisial WW yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan satu orang pelaku berinisial RT. Petugas juga menyita paket sabu siap edar dengan total berat 0,90 gram.

Hasil penyelidikan menunjukkan adanya sistem pembagian peran antara pengendali dan penjaga lapak dalam menjalankan aktivitas peredaran narkotika di kawasan tersebut. 

Pengungkapan kasus tersebut menjadi salah satu bentuk respons cepat BNN terhadap keresahan masyarakat sekaligus komitmen dalam menjaga lingkungan dari ancaman peredaran gelap narkotika.

*Pengungkapan Jaringan RA di wilayah Kalimantan Timur*
Selanjutnya, BNN RI berhasil mengungkap jaringan DPO Faturahman di wilayah Kalimantan Timur. Operasi yang dimulai sejak April 2026 tersebut berhasil ditindak pada 7 Mei 2026 di Jalan Lintas Poros Samarinda–Berau, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan empat orang pelaku berinisial IP, RA, RM, dan MA. Dari hasil penggeledahan, petugas menyita narkotika jenis sabu seberat 92.127 gram atau sekitar 92,1 kilogram serta 1.000 cartridge vape yang mengandung etomidate sebanyak 1.000 mililiter.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan dua kendaraan dengan satu kendaraan berfungsi sebagai pengawal dan kendaraan lainnya digunakan untuk mengangkut narkotika yang disembunyikan di dalam koper serta kotak berlapis plastik hitam.

*Pengungkapan Jaringan Narkotika Transnasional melalui Jasa Ekspedisi dan Kurir Terbang*
BNN bersama Bea dan Cukai berhasil mengungkap jaringan narkotika transnasional yang memanfaatkan jasa ekspedisi dan kurir terbang untuk memasukkan serta mendistribusikan sabu ke berbagai wilayah Indonesia.

Dalam pengungkapan jaringan Golden Triangle, petugas menemukan 10 paket sabu asal Laos yang dikirim menuju wilayah Cengkareng, Jakarta Barat dengan menggunakan identitas dan alamat penerima fiktif. Para pelaku diketahui memanfaatkan jasa transportasi online untuk mengambil paket tersebut. Dari hasil controlled delivery, petugas berhasil menyita sabu seberat 1.875 gram dan menduga jaringan tersebut sedang melakukan uji jalur distribusi narkotika ke Indonesia.

Selain itu, pada 29 April 2026 petugas gabungan BNN dan Bea Cukai berhasil mengamankan dua kurir terbang berinisial AA dan DN di Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta. Kedua pelaku menggunakan identitas palsu dan membawa sabu seberat 3.986 gram yang rencananya akan diedarkan di wilayah Lombok dan kawasan pariwisata sekitarnya.

Pengungkapan berikutnya dilakukan pada 2 Mei 2026 terhadap tiga kurir berinisial MF, AH, dan AM di Jakarta Pusat. Dari hasil penggeledahan, petugas menyita 7.159 gram sabu yang sedang dipecah dan dikemas ulang di kamar hotel untuk diedarkan di wilayah Jabodetabek. Jaringan tersebut diketahui dikendalikan oleh seorang buronan berinisial KB. Barang tersebut rencananya akan di bawa dan diedarkan di kendari sultra

Dari seluruh pengungkapan jaringan transnasional tersebut, petugas berhasil menyita total sabu seberat 13.020 gram atau sekitar 13 kilogram. Hasil pengungkapan ini menunjukkan bahwa jaringan narkotika terus mengembangkan modus operandi dengan memanfaatkan jalur internasional, identitas palsu, jasa ekspedisi, hingga kawasan pariwisata sebagai target peredaran.

*Pengungkapan Jaringan Ganja Sumatera Barat*
Pada 10 Mei 2026, BNN RI bersama BNNP Sumatera Barat berhasil mengungkap jaringan pengiriman ganja di Jalan Bukittinggi–Padang Sidempuan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan empat orang pelaku berinisial MI, DR, AR, dan NL. Dari hasil penggeledahan, petugas menyita tujuh karung berisi 150 bungkus narkotika jenis ganja dengan total berat 145.085,23 gram atau sekitar 145 kilogram.

Para pelaku menggunakan pola serupa dengan kasus sebelumnya, yakni pengawalan kendaraan untuk memantau keamanan rute distribusi dan memastikan pengiriman narkotika berjalan aman. Jaringan tersebut diketahui dikendalikan oleh seorang buronan berinisial TH.

*Operasi Saber Bersinar di Berbagai Wilayah Indonesia*
Selain pengungkapan tersebut, BNN RI dan jajaran juga melaksanakan operasi penindakan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sulawesi, Jawa Timur, Riau, dan Kepulauan Riau.

Di Riau, petugas berhasil mengungkap aktivitas peredaran sabu di kawasan kampung narkoba dan menyita ratusan paket sabu siap edar. Di Sumatera Utara, petugas berhasil mengamankan tiga orang pelaku di Kota Medan dengan barang bukti berupa dua kilogram sabu, 6.674 butir pil ekstasi, 50 bungkus happy water, dan dua papan happy five.

Di Aceh, petugas gabungan BNNP Aceh dan Polres Bireun berhasil menyita sabu dan ketamin siap edar. Sementara di Sulawesi Tengah, petugas berhasil menggagalkan pengiriman ganja seberat dua kilogram dari Medan menuju Morowali dengan modus identitas dan alamat penerima fiktif.

Selanjutnya, di Kepulauan Riau, petugas berhasil mengungkap penyelundupan 260 pcs vape yang diduga mengandung etomidate dari Malaysia melalui Pelabuhan Ferry Harbour Bay Batam.

Sedangkan di Jawa Timur, BNNP Jawa Timur bersama BNNK jajaran berhasil mengamankan 15 orang yang terdiri dari penyalahguna dan pelaku peredaran gelap narkotika di sejumlah wilayah dengan jumlah barang bukti sabu seberat 34,86 gram.

*Ancaman hukuman*
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan pidana lainnya, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.

Hasil pengungkapan ini menunjukkan bahwa jaringan narkotika terus mengembangkan modus operandi dengan memanfaatkan jasa pengiriman, identitas palsu, serta produk cairan vape sebagai media penyelundupan narkotika.

BNN mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam memberikan informasi kepada aparat penegak hukum terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika demi mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba).

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI

Smile Police

Smile Police