Ketua Yayasan Binterbusih,Foto bersama siswinya yang berprestasi Lolos tes IPDN

Membanggakan,Tiga Siswi Dampingan Yayasan Binterbusih Lolos Test IPDN

Kunker Ke Bali,BNN Salurkan 2000 Paket Sambako Untuk Korban Banjir

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyalurkan 2.000 paket sembako bagi masyarakat terdampak banjir di Bali,Rabu(17/9)

Dandim Brebes Tekankan Loyalitas dan Soliditas TNI Kepada Jajarannya

Letkol Infanteri Tentrem Basuki, gelar jam komandan di Aula Jenderal Soedirman Makodim 0713 Brebes. Selasa (13/9/2022).

Pisah Sambut Kalapas Narkotika Karang Intan,Dorong Inovasi Berkualitas

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan (Kalsel), Mulyadi, pimpin serah terima jabatan

Hari Batik Nasional,KAI Hadirkan Live Music Gamelan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang menggelar ragam kegiatan bertema batik yang berlangsung di Stasiun Semarang Tawang


Senin, 13 Juli 2026

Libur Sekolah 2026, KAI Daop 4 Semarang Layani 1,09 Juta Pelanggan dan Pastikan Perjalanan Aman serta Nyaman

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah yang berlangsung mulai 22 Juni hingga 12 Juli 2026. Dalam periode tersebut, KAI Daop 4 Semarang melayani sebanyak 1.090.649 pelanggan perjalanan kereta api, yang terdiri atas 543.496 pelanggan berangkat dan 547.153 pelanggan tiba di wilayah operasional Daop 4 Semarang.

Tingginya jumlah pelanggan selama periode tersebut menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi salah satu moda transportasi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan, baik dalam rangka wisata, kunjungan keluarga, maupun aktivitas lainnya selama masa liburan sekolah.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa KAI terus berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dengan memastikan kesiapan operasional, keselamatan perjalanan, serta kenyamanan pelanggan selama periode dengan mobilitas tinggi.

“Kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api terus menjadi motivasi bagi KAI untuk memberikan pelayanan terbaik. Selama periode libur sekolah, KAI Daop 4 Semarang memastikan seluruh aspek operasional berjalan optimal, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, pelayanan di stasiun, hingga keselamatan perjalanan pelanggan,” ujar Luqman.

Selama periode 22 Juni hingga 12 Juli 2026, pelayanan pelanggan di wilayah KAI Daop 4 Semarang tersebar melalui berbagai stasiun. Stasiun Semarang Tawang menjadi stasiun dengan volume pelanggan tertinggi dengan total 336.752 pelanggan, terdiri atas 170.495 pelanggan naik dan 166.257 pelanggan turun.

Selanjutnya, Stasiun Semarang Poncol melayani sebanyak 251.145 pelanggan, dengan rincian 123.718 pelanggan naik dan 127.427 pelanggan turun. Kemudian Stasiun Tegal sebanyak 140.659 pelanggan, terdiri atas 71.722 pelanggan naik dan 68.937 pelanggan turun.

Selain itu, volume pelanggan tinggi juga tercatat di Stasiun Pekalongan sebanyak 101.566 pelanggan dengan rincian 50.345 pelanggan naik dan 51.212 pelanggan turun, serta Stasiun Cepu sebanyak 51.789 pelanggan yang terdiri atas 25.663 pelanggan naik dan 26.272 pelanggan turun.

Dari sisi layanan perjalanan, sejumlah kereta api menjadi pilihan favorit pelanggan selama periode libur sekolah. Kereta api dengan tingkat minat perjalanan tinggi di wilayah Daop 4 Semarang meliputi KA Kaligung, KA Kamandaka, KA Ambarawa Ekspres, KA Joglosemarkerto, KA Airlangga, KA Kedung Sepur, KA Argo Merbabu, KA Menoreh, KA Blora Jaya, dan KA Harina.

Sementara itu, beberapa kota tujuan favorit pelanggan selama periode tersebut meliputi Semarang, Surabaya, Jakarta, Solo, Tegal, dan Pekalongan.

Selain memastikan kesiapan operasional, KAI Daop 4 Semarang juga mendukung program stimulus pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dalam mendorong mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi selama periode libur sekolah. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui pemberian diskon tiket sebesar 30 persen untuk perjalanan kereta api kelas ekonomi komersial pada periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026.

Program stimulus tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan akses perjalanan kereta api dengan tarif yang lebih terjangkau sekaligus mendukung peningkatan mobilitas masyarakat selama masa liburan sekolah.

KAI Daop 4 Semarang mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama periode libur sekolah. KAI akan terus melakukan peningkatan kualitas layanan guna menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pelanggan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang
Luqman Arif

Sabtu, 04 Juli 2026

KAI Daop 4 Semarang Layani 7,26 Juta Pelanggan pada Semester I 2026, Tumbuh 10,18 Persen


Mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya kebutuhan perjalanan untuk bekerja, pendidikan, bisnis, wisata, dan aktivitas sosial. Pada Semester I Tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat peningkatan signifikan jumlah pelanggan sebagai indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap transportasi kereta api.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, KAI Daop 4 Semarang melayani 7.260.073 pelanggan, meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 6.588.959 pelanggan. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 671.114 pelanggan atau 10,18 persen (year on year).

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa peningkatan ini mencerminkan kuatnya preferensi masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi utama.

“Pertumbuhan jumlah pelanggan pada Semester I 2026 menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya masyarakat sebagai moda transportasi andalan. KAI Daop 4 Semarang terus berkomitmen menjaga layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan efisien,” ujar Luqman.

*Kinerja Operasional Semester I 2026*

Dari total 7.260.073 pelanggan tersebut, terdiri dari:
• 3.616.024 pelanggan naik 
• 3.644.049 pelanggan turun 

Mobilitas pelanggan dipengaruhi oleh berbagai momentum perjalanan seperti Angkutan Lebaran 2026, libur nasional, akhir pekan, serta peningkatan aktivitas ekonomi pada pertengahan tahun.

*5 Stasiun dengan Volume Pelanggan Tertinggi*

Selama Semester I 2026, lima stasiun dengan volume pelanggan tertinggi di wilayah Daop 4 Semarang adalah:

1. Stasiun Semarang Tawang
Total 2.156.118 pelanggan
Terdiri dari 1.057.722 pelanggan naik dan 1.098.396 pelanggan turun 

2. Stasiun Semarang Poncol
Total 1.742.337 pelanggan
Terdiri dari 876.105 pelanggan naik dan 866.232 pelanggan turun 

3. Stasiun Tegal
Total 962.544 pelanggan
Terdiri dari 475.476 pelanggan naik dan 487.068 pelanggan turun 

4. Stasiun Pekalongan
Total 708.976 pelanggan
Terdiri dari 355.700 pelanggan naik dan 353.276 pelanggan turun 


5. Stasiun Cepu
Total 343.873 pelanggan
Terdiri dari 171.020 pelanggan naik dan 172.853 pelanggan turun 

*Penguatan Peran KAI dalam Konektivitas Wilayah*

Tingginya volume pelanggan menunjukkan peran strategis KAI Daop 4 Semarang dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Jawa Tengah dan sekitarnya. Layanan kereta api tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi, tetapi juga mendukung pergerakan ekonomi, akses pendidikan, pariwisata, dan integrasi sosial masyarakat.

KAI Daop 4 Semarang terus meningkatkan kualitas layanan melalui penguatan operasional perjalanan, peningkatan fasilitas stasiun, optimalisasi layanan pelanggan, serta penyediaan informasi perjalanan yang cepat dan mudah diakses.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang terus memilih kereta api sebagai moda transportasi utama. KAI Daop 4 Semarang akan terus meningkatkan pelayanan agar perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu,” tutup Luqman.


Manager Humas KAI Daop 4 Semarang
Luqman Arif

Kamis, 02 Juli 2026

Dukung Efisiensi Logistik dan Konektivitas Ekonomi Nasional, Volume Angkutan Barang KAI Daop 4 Semarang Tumbuh Signifikan


Aktivitas ekonomi suatu negara dapat terlihat salah satunya dari seberapa lancar barang berpindah dari pusat produksi menuju kawasan industri, pelabuhan, pusat distribusi, hingga tangan konsumen. Pada lima bulan pertama tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang mencatat pertumbuhan positif pada layanan angkutan barang yang terdiri dari angkutan retail dan peti kemas sebagai salah satu tulang punggung distribusi barang nasional.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KAI Daop 4 Semarang melayani 3.161 ton angkutan retail. Capaian tersebut meningkat 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 2.981 ton. Jika dibandingkan dengan Januari–Mei 2024 yang mencapai 3.093 ton, volume angkutan retail KAI Daop 4 Semarang tumbuh 2 persen dalam dua tahun terakhir.

Sementara untuk angkutan peti kemas, sepanjang Januari hingga Mei 2026, KAI Daop 4 Semarang melayani 99.751 ton. Angka tersebut meningkat 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 79.848 ton. Jika dibandingkan dengan Januari–Mei 2024 yang mencapai 65.415 ton, volume angkutan peti kemas tumbuh 52 persen dalam dua tahun terakhir.

Secara keseluruhan, volume angkutan seluruh komoditas yang dilayani KAI Daop 4 Semarang sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 130.710 ton. Jumlah tersebut meningkat 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 98.926 ton, dan tumbuh 49 persen dibandingkan Januari–Mei 2024 yang mencapai 87.267 ton. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin besarnya peran transportasi berbasis rel dalam mendukung kelancaran distribusi logistik di Jawa Tengah maupun secara nasional.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengatakan bahwa peningkatan volume angkutan barang tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan distribusi yang mengikuti perkembangan industri, perdagangan, dan konsumsi masyarakat.

"Pertumbuhan angkutan barang menunjukkan meningkatnya aktivitas distribusi di berbagai sektor. Kereta api hadir untuk memastikan arus logistik berlangsung secara terjadwal, efisien, aman, dan mampu mendukung kebutuhan dunia usaha maupun masyarakat," ujar Luqman.

Di wilayah Daop 4 Semarang, layanan angkutan barang didukung oleh keberadaan berbagai kawasan industri strategis di Jawa Tengah, seperti Kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Terpadu Batang, hingga kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Selain itu, KAI Daop 4 Semarang juga mengoperasikan sejumlah Container Yard (CY) sebagai simpul distribusi logistik, yaitu CY Pethek di Stasiun Semarang Poncol, CY Ronggowarsito di area Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, serta CY Brumbung di Stasiun Brumbung.

Setiap harinya terdapat sekitar 30 perjalanan kereta api barang yang melintas di wilayah Daop 4 Semarang dengan berbagai tujuan seperti Jakarta, Surabaya, Ketapang, Madiun, hingga Jember. Beragam komoditas yang diangkut antara lain semen, bahan bakar minyak (BBM), peti kemas, serta barang retail yang mendukung kebutuhan industri maupun masyarakat.

Peningkatan volume angkutan barang melalui kereta api memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar perpindahan barang. Setiap perjalanan kereta barang membawa bahan baku industri, produk manufaktur menuju pasar, komoditas ekspor ke pelabuhan, hingga berbagai kebutuhan masyarakat yang harus tersedia tepat waktu. Kelancaran distribusi tersebut berkontribusi terhadap efisiensi biaya logistik, menjaga stabilitas pasokan barang, dan mendukung produktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Selain mendukung efisiensi distribusi, angkutan barang berbasis rel juga membantu meningkatkan kapasitas sistem transportasi nasional. Dengan kemampuan mengangkut barang dalam volume besar dalam satu perjalanan, kereta api mendukung distribusi yang lebih efektif sekaligus memperkuat konektivitas antara kawasan industri, pusat logistik, dan pelabuhan.

"Logistik yang kuat akan memperkuat ekonomi. Karena itu KAI Daop 4 Semarang terus mengembangkan layanan angkutan barang agar mampu mendukung konektivitas kawasan industri, pusat distribusi, dan pelabuhan yang menjadi simpul penting pertumbuhan ekonomi nasional," tutup Luqman.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang

Habib Syakur: Pengungkapan 3,37 Ton Ganja Jadi Kado Besar HANI dan HUT Bhayangkara ke-80 untuk Indonesia

Jakarta – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi, mengapresiasi keberhasilan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Jawa Timur dalam menggagalkan penyelundupan 3,37 ton ganja asal Thailand yang diperkirakan bernilai sekitar Rp4,5 triliun.

Menurut Habib Syakur, keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata bahwa sinergi antarlembaga penegak hukum mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman kejahatan narkotika yang semakin kompleks dan terorganisasi.

Ia menilai pengungkapan kasus ini menjadi kado istimewa bagi bangsa Indonesia dalam momentum Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) serta Hari Bhayangkara ke-80, karena menunjukkan komitmen kuat aparat dalam menjaga keselamatan generasi muda dari ancaman narkoba.

"Keberhasilan ini merupakan kado besar bagi peringatan Hari Anti Narkotika Internasional sekaligus Hari Bhayangkara ke-80. Ini menunjukkan bahwa negara hadir dan tidak pernah berhenti melindungi masyarakat dari ancaman narkotika yang dapat merusak masa depan bangsa," ujar Habib Syakur.

Ia mengatakan keberhasilan operasi gabungan tersebut patut menjadi motivasi bagi seluruh aparat penegak hukum untuk terus meningkatkan koordinasi dalam menghadapi jaringan narkotika lintas negara yang terus mengembangkan berbagai modus operandi baru.

Habib Syakur juga menyoroti informasi mengenai dugaan rencana pengolahan ganja menjadi cairan rokok elektrik (vape). Menurutnya, apabila modus tersebut benar digunakan, hal itu menjadi peringatan bahwa sindikat narkotika terus mencari cara baru untuk menyasar kalangan muda melalui tren yang berkembang.

"Karena itu, perang melawan narkoba tidak cukup hanya melalui penindakan. Edukasi kepada keluarga, sekolah, kampus, komunitas, dan masyarakat harus terus diperkuat agar generasi muda memiliki ketahanan terhadap pengaruh narkoba," katanya.

Selain mengapresiasi keberhasilan aparat, Habib Syakur juga mendukung langkah BNN dalam menelusuri dan memburu para pelaku yang diduga menjadi pengendali jaringan internasional melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum di berbagai negara.

Ia berharap keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam memerangi peredaran narkotika melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas aparat, serta partisipasi aktif masyarakat.

"Perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Keberhasilan ini membuktikan bahwa ketika BNN, Bea Cukai, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan bersinergi, negara mampu memberikan perlindungan nyata bagi rakyat. Semoga semangat Hari Anti Narkotika Internasional dan Hari Bhayangkara ke-80 semakin memperkuat tekad kita untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba," pungkas Habib Syakur.

Rabu, 01 Juli 2026

BNN RI: HANI 2026 Teguhkan Gerakan Ananda Bersinar untuk Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Menuju Indonesia Emas 2045




Dalam rangka peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mengusung tema "Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045."

Tema tersebut menegaskan komitmen BNN RI untuk membangun generasi Indonesia yang tangguh melalui penguatan pencegahan sejak usia dini, perluasan layanan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika, serta penguatan kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam menghadapi ancaman narkotika yang terus berkembang.

Kepala BNN RI, Komjen Pol. Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., menegaskan bahwa perang melawan narkotika bukan semata-mata memberantas peredarannya, tetapi juga menyelamatkan manusia, melindungi generasi muda, dan mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

"Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat tidak mungkin terwujud apabila narkotika masih merusak masa depan anak-anak bangsa. Karena itu, pencegahan, rehabilitasi, dan pemberantasan harus berjalan secara seimbang dan berkelanjutan," tegas Kepala BNN RI.

1.  Rehabilitasi sebagai Wujud Kehadiran Negara

Dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, rehabilitasi menjadi salah satu pilar utama strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

"Penyalahguna narkotika adalah korban yang harus dipulihkan. Negara hadir melalui layanan rehabilitasi medis dan sosial agar mereka dapat kembali sehat, produktif, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat," ujar Kepala BNN RI.

BNN RI terus memperluas jejaring Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) serta fasilitas rehabilitasi agar layanan semakin mudah diakses, cepat, dan bebas stigma.

2.  Waspada Ancaman NPS di Cairan Vape

BNN RI juga mengingatkan masyarakat terhadap meningkatnya penyalahgunaan New Psychoactive Substances (NPS) yang dicampurkan ke dalam cairan rokok elektrik (vape).

Dengan kemasan yang menarik dan cita rasa yang beragam, NPS berpotensi menipu masyarakat, khususnya generasi muda. Zat ini dapat merusak fungsi otak, memicu ketergantungan dalam waktu singkat, bahkan sulit dideteksi melalui pemeriksaan urine konvensional.

"Jangan tertipu. Vape yang mengandung NPS bukan gaya hidup, melainkan ancaman serius bagi kesehatan dan masa depan generasi muda," tegas Kepala BNN RI.

BNN RI mengajak orang tua, satuan pendidikan, komunitas, dan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

3.  Ananda Bersinar: Gerakan Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat

Sebagai implementasi tema HANI 2026, BNN RI terus memperkuat program Ananda Bersinar (Anak Negeri Indonesia Generasi Bersinar) sebagai gerakan nasional pencegahan narkotika yang melibatkan sekolah, keluarga, perguruan tinggi, pesantren, komunitas, serta pemerintah dae

Melalui program ini, generasi muda dibekali pengetahuan, karakter, keterampilan hidup (life skills), serta kemampuan menolak penyalahgunaan narkotika sehingga tumbuh menjadi generasi yang sehat secara fisik, cerdas dalam mengambil keputusan, dan kuat menghadapi berbagai pengaruh negatif.

"Kalau anak-anak kita kuat, bandar narkotika tidak akan memiliki pasar," ujar Kepala BNN RI.

4.  Bersama Menuju Indonesia Emas 2045

BNN RI meyakini bahwa Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan apabila bangsa ini memiliki sumber daya manusia yang sehat, cerdas, produktif, dan terbebas dari ancaman narkotika.

Momentum HANI 2026 menjadi ajakan bagi seluruh komponen bangsa untuk memperkuat sinergi dalam upaya P4GN melalui edukasi, rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat, dan penegakan hukum terhadap jaringan peredaran gelap narkotika.

"Mari kita jadikan HANI 2026 sebagai momentum memperkuat Gerakan Ananda Bersinar. Bersama-sama kita bangun generasi yang sehat, cerdas, dan kuat sebagai fondasi Indonesia Emas 2045. Melindungi generasi hari ini berarti menjaga masa depan Indonesia," pungkas Kepala BNN RI.

BNN RI mengajak seluruh elemen bangsa, pemerintah, TNI-Polri, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, media massa, dunia usaha, dan masyarakat—untuk terus memperkuat gerakan P4GN sebagai tanggung jawab bersama.

Apabila mengetahui adanya indikasi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika, masyarakat dapat melaporkannya melalui Call Center BNN.

DELEGASI BNN RI TEGASKAN KOMITMEN PADA KESETARAAN HUKUM, HUMANISASI, DAN KERJA SAMA SIBER DI SPILF 2026


Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerja sama internasional guna mewujudkan sistem hukum yang berkeadilan, humanis, dan adaptif terhadap perkembangan kejahatan transnasional melalui partisipasi aktif pada _St. Petersburg International Legal Forum_ (SPILF) 2026 yang diselenggarakan pada 24–25 Juni 2026 di St. Petersburg, Federasi Rusia.

Pada sesi pleno bertema _International Law: A Privilege for the Few, or Law among Equals?_ yang berlangsung pada 24 Juni 2026, Delegasi BNN RI mengikuti pembahasan mengenai masa depan hukum internasional yang menekankan pentingnya penguatan prinsip _sovereign equality of states_, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta peningkatan kerja sama internasional agar hukum internasional tetap menjadi landasan yang berlaku setara bagi seluruh negara.

Selanjutnya, pada 25 Juni 2026, Kepala BNN RI menjadi panelis dalam sesi _Humanization and Systematization of Criminal Law as a Basis for Legal Stability: Prospects vs Reality_ . Dalam forum tersebut, BNN RI menyampaikan bahwa pemberantasan tindak pidana narkotika harus dilaksanakan secara tegas terhadap jaringan kejahatan terorganisasi, namun tetap mengedepankan prinsip proporsionalitas, keadilan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam penanganan penyalahguna narkotika.

BNN RI juga menekankan pentingnya pengembangan kebijakan pemidanaan yang mampu membedakan secara proporsional antara pelaku jaringan peredaran gelap narkotika, pengedar, dan penyalahguna. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga efektivitas penegakan hukum sekaligus mewujudkan sistem peradilan pidana yang berorientasi pada keadilan dan perlindungan masyarakat.

Pada hari yang sama, Delegasi BNN RI turut mengikuti sesi _Countering Transnational Cybercrime: Science, Practice, Education_ yang membahas perkembangan kejahatan siber lintas negara. Forum tersebut menyoroti pentingnya penguatan kerja sama internasional melalui mekanisme _mutual legal assistance_ , peningkatan kapasitas forensik digital, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mendukung penegakan hukum. Pembahasan tersebut dinilai relevan dengan perkembangan modus operandi jaringan narkotika transnasional yang semakin memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan aktivitas kejahatannya.

Keikutsertaan BNN RI dalam SPILF 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi Indonesia di bidang penegakan hukum sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional dalam menghadapi kejahatan transnasional. Melalui forum ini, BNN RI kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong kebijakan pemberantasan narkotika yang efektif, berkeadilan, dan humanis, serta memperkuat kolaborasi global dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran .

*Biro Humas dan Protokol BNN RI*

Smile Police

Smile Police