Ketua Yayasan Binterbusih,Foto bersama siswinya yang berprestasi Lolos tes IPDN

Membanggakan,Tiga Siswi Dampingan Yayasan Binterbusih Lolos Test IPDN

Kunker Ke Bali,BNN Salurkan 2000 Paket Sambako Untuk Korban Banjir

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyalurkan 2.000 paket sembako bagi masyarakat terdampak banjir di Bali,Rabu(17/9)

Dandim Brebes Tekankan Loyalitas dan Soliditas TNI Kepada Jajarannya

Letkol Infanteri Tentrem Basuki, gelar jam komandan di Aula Jenderal Soedirman Makodim 0713 Brebes. Selasa (13/9/2022).

Pisah Sambut Kalapas Narkotika Karang Intan,Dorong Inovasi Berkualitas

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan (Kalsel), Mulyadi, pimpin serah terima jabatan

Hari Batik Nasional,KAI Hadirkan Live Music Gamelan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang menggelar ragam kegiatan bertema batik yang berlangsung di Stasiun Semarang Tawang


Jumat, 19 Juni 2026

KAI Daop 4 Semarang Tegaskan Larangan Merokok di Kereta Api, Pelanggar Akan Diturunkan di Stasiun Terdekat


Sejak tahun 2012, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah menetapkan kebijakan larangan merokok di dalam kereta api sebagai bagian dari upaya menciptakan layanan transportasi publik yang aman, sehat, bersih, dan nyaman. Aturan ini berlaku secara nasional dan terus diperketat pelaksanaannya hingga saat ini.

KAI Daop 4 Semarang kembali menegaskan komitmennya dalam menegakkan aturan tersebut tanpa pengecualian, khususnya terkait larangan merokok di seluruh layanan kereta api maupun area stasiun yang telah ditetapkan sebagai kawasan bebas rokok.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa larangan merokok merupakan ketentuan wajib yang tidak dapat dilanggar oleh penumpang dalam kondisi apa pun.

Merokok dilarang keras di seluruh rangkaian kereta api, termasuk di toilet, bordes, sambungan antarkereta, dan seluruh area dalam kereta. Larangan juga berlaku di kawasan stasiun, kecuali pada area merokok yang telah disediakan.

Luqman menjelaskan bahwa larangan merokok di dalam kereta api diterapkan karena ruang kereta merupakan ruang tertutup yang digunakan bersama oleh seluruh pelanggan. Asap rokok dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain, membahayakan kesehatan, serta menimbulkan risiko terhadap keselamatan perjalanan. Selain itu, puntung rokok dan bara api juga berpotensi memicu gangguan keamanan, terutama di area yang memiliki material mudah terbakar atau perangkat operasional kereta.

“Kereta api adalah ruang layanan publik bersama. Karena itu, setiap pelanggan wajib menjaga kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan pelanggan lainnya. Merokok di dalam kereta, termasuk di toilet dan bordes, tetap tidak diperbolehkan dengan alasan apa pun,” ujar Luqman.

Bagi pelanggan yang ingin merokok, KAI mempersilakan untuk melakukannya saat kereta api berhenti di stasiun dan hanya pada area merokok yang telah disediakan. Pelanggan juga diimbau tetap memperhatikan jadwal keberangkatan kereta api serta mengikuti arahan petugas agar tidak tertinggal perjalanan.

Setiap penumpang yang kedapatan merokok di dalam kereta api akan langsung dikenakan tindakan tegas berupa penurunan di stasiun terdekat. Selain itu, pelanggaran dapat berdampak pada pembatasan akses terhadap layanan kereta api sesuai ketentuan yang berlaku di perusahaan.

Selama periode Januari hingga Juni 2026, KAI Daop 4 Semarang mencatat sebanyak 19 kasus pelanggaran larangan merokok di dalam kereta api. Seluruh pelanggaran tersebut telah ditindak dengan sanksi penurunan penumpang sesuai prosedur.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, KAI juga telah melakukan sosialisasi larangan merokok melalui pengumuman audio secara berkala di dalam kereta api, pemasangan stiker, serta tanda peringatan di dinding dan berbagai titik strategis di dalam rangkaian kereta api.

“Kami menegaskan bahwa larangan merokok di dalam kereta api bukan hanya aturan formal, tetapi bentuk perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan seluruh pelanggan. Tidak ada toleransi bagi pelanggaran ini,” tegas Luqman.

KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk mematuhi aturan yang berlaku serta bersama-sama menjaga lingkungan perjalanan yang bersih, aman, sehat, dan nyaman. Kepatuhan penumpang menjadi kunci dalam menjaga kualitas layanan transportasi publik.

KAI Daop 4 Semarang berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan memastikan seluruh operasional perjalanan kereta api berjalan sesuai standar keselamatan dan pelayanan yang telah ditetapkan.

Humas KAI Daop 4 Semarang
Luqman Arif

198 Ribu Pelanggan Padati KAI Daop 4 Semarang Selama Libur Tahun Baru Islam 1448 H


PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang Tahun Baru Islam 1448 H yang berlangsung pada 12 hingga 16 Juni 2026.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun pada 16 Juni 2026 pukul 08.00 WIB, KAI Daop 4 Semarang telah melayani sebanyak 198.248 pelanggan, yang terdiri dari 99.228 pelanggan berangkat dan 99.020 pelanggan tiba di berbagai stasiun wilayah operasional Daop 4 Semarang.

Pola pergerakan tersebut menunjukkan distribusi mobilitas yang relatif seimbang antara arus keberangkatan dan kedatangan, yang didominasi perjalanan antarkota untuk kebutuhan wisata, keluarga, dan mobilitas sosial masyarakat selama periode libur panjang.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa pola perjalanan pada periode ini mencerminkan tingginya konektivitas antarkota di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

“Mobilitas masyarakat selama libur panjang Tahun Baru Islam tahun ini menunjukkan pola yang stabil dan seimbang antara arus keberangkatan dan kedatangan. Hal ini menggambarkan tingginya intensitas perjalanan masyarakat baik yang meninggalkan maupun menuju wilayah Daop 4 Semarang,” ujar Luqman.

*Pola Pergerakan Harian Cenderung Konsisten*

Selama periode 12 hingga 16 Juni 2026, volume pelanggan tercatat dengan pola sebagai berikut:

Jumat, 12 Juni 2026: 44.996 pelanggan (23.016 berangkat, 25.939 tiba)
Sabtu, 13 Juni 2026: 49.023 pelanggan (23.084 berangkat, 25.939 tiba)
Minggu, 14 Juni 2026: 48.056 pelanggan (25.167 berangkat, 22.889 tiba)
Senin, 15 Juni 2026: 32.688 pelanggan (14.541 berangkat, 18.147 tiba)
Selasa, 16 Juni 2026: 23.485 pelanggan (13.420 berangkat, 10.065 tiba)

Pola ini menunjukkan aktivitas tertinggi terjadi pada akhir pekan, kemudian mengalami penyesuaian secara bertahap menjelang akhir periode libur panjang.

*Stasiun Utama sebagai Pusat Pergerakan Pelanggan*

Selama periode angkutan libur panjang, sejumlah stasiun utama di wilayah Daop 4 Semarang tetap menjadi simpul mobilitas utama pelanggan.

Adapun lima stasiun dengan volume pelanggan tertinggi adalah:

Stasiun Semarang Tawang: 65.902 pelanggan (32.781 berangkat, 33.121 tiba)
Stasiun Semarang Poncol: 45.303 pelanggan (23.102 berangkat, 22.201 tiba)
Stasiun Tegal: 24.543 pelanggan (12.036 berangkat, 12.507 tiba)
Stasiun Pekalongan: 17.518 pelanggan (8.728 berangkat, 8.790 tiba)
Stasiun Pemalang: 8.766 pelanggan (4.387 berangkat, 4.379 tiba)

Dominasi Stasiun Semarang Tawang dan Semarang Poncol mempertegas perannya sebagai pusat konektivitas utama perjalanan antarkota di lintas utara Jawa.

*Kapasitas Angkutan Terkelola Optimal*

Untuk mendukung tingginya permintaan perjalanan masyarakat, KAI Daop 4 Semarang mengoperasikan rata-rata 33 perjalanan kereta api jarak jauh per hari selama periode libur panjang ini.

Selain itu, KAI menyediakan total kapasitas 86.318 tempat duduk, atau rata-rata 17.334 tempat duduk per hari, guna memastikan kebutuhan transportasi pelanggan dapat terlayani secara optimal.

*Kereta Api Favorit dan Preferensi Layanan Pelanggan*

Pada periode libur panjang ini, berbagai layanan kereta api yang beroperasi di wilayah Daop 4 Semarang, yang mencakup kelas ekonomi hingga eksekutif, menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan antarkota.

Pola pemilihan perjalanan menunjukkan bahwa pelanggan mempertimbangkan faktor kenyamanan, ketepatan waktu, serta fleksibilitas jadwal dalam memilih layanan kereta api.

Sejumlah kereta api yang menjadi favorit pelanggan antara lain:

1. KALIGUNG
2. AMBARAWA EKSPRES
3. KAMANDAKA
4. AIRLANGGA
5. JOGLOSEMARKERTO
6. KEDUNG SEPUR
7. MENOREH
8. ARGO MERBABU
9. HARINA
10. ARGO SINDORO

Preferensi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat bersifat lintas segmen, mencakup perjalanan jarak pendek di wilayah aglomerasi hingga perjalanan jarak menengah dan jauh antar kota besar di Pulau Jawa.

*Kota Tujuan Favorit dan Pola Perjalanan*

Adapun kota tujuan favorit pelanggan selama periode ini meliputi Surabaya, Jakarta, Bekasi, Solo, Tegal, dan Pekalongan.

Pola tersebut mencerminkan kuatnya konektivitas perjalanan antara kawasan metropolitan dan kota-kota penyangga, terutama untuk kebutuhan wisata, kunjungan keluarga, dan aktivitas sosial masyarakat selama libur panjang.

*Komitmen Layanan dan Keselamatan*

KAI Daop 4 Semarang terus memastikan seluruh layanan berjalan aman, nyaman, dan terkendali selama masa angkutan libur panjang Tahun Baru Islam 1448 H. Kesiapan operasional, pemeriksaan sarana, serta penguatan pelayanan di stasiun menjadi prioritas utama dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan.

“KAI berkomitmen menjaga kelancaran operasional serta memastikan pelanggan dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu. Kami juga mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, memastikan jadwal perjalanan sesuai tiket, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku,” tutup Luqman Arif.

*Humas KAI Daop 4 Semarang*
*Luqman Arif*

Rabu, 10 Juni 2026

Penumpang Salah Naik KA Masih Terjadi Di Daop 4, Begini Tips Untuk Menghindarinya


PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mengimbau seluruh pelanggan untuk lebih teliti dan memastikan kembali kesesuaian kereta api yang akan dinaiki dengan tiket yang dimiliki. Himbauan ini disampaikan guna menghindari kejadian pelanggan salah naik rangkaian kereta api yang dapat menyebabkan ketidaksesuaian tujuan perjalanan serta mengganggu kenyamanan pelanggan.

Berdasarkan data di Wilayah Daop 4 Semarang, jumlah pelanggan yang salah naik kereta api dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren menurun. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 231 pelanggan salah naik kereta api. Jumlah tersebut menurun menjadi 162 pelanggan pada tahun 2025 atau turun sekitar 30 persen. Sementara itu, sejak 1 Januari hingga 4 Juni 2026, tercatat sebanyak 104 pelanggan mengalami salah naik kereta api di 5 Stasiun di wilayah Daop 4 Semarang.

Rincian kelima stasiun sebagai berikut:
1. Stasiun Semarang Tawang sebanyak 14 pelanggan salah naik KA di wilayah Kota Semarang.
2. Stasiun Semarang Poncol sebanyak 43 pelanggan salah naik KA di wilayah Kota Semarang.
3. Stasiun Pekalongan sebanyak 28 pelanggan salah naik KA di wilayah Kota Pekalongan
4. Stasiun Tegal sebanyak 18 pelanggan salah naik KA di Wilayah Kota Tegal.
5.  Stasiun Weleri sebanyak 1 pelanggan salah naik KA di Wilayah Kabupaten Kendal.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa masih terdapat pelanggan yang terburu-buru saat proses boarding sehingga kurang memperhatikan informasi perjalanan yang tertera pada tiket maupun informasi yang disampaikan petugas announcer di stasiun.

“Kami menghimbau seluruh pelanggan kereta api untuk selalu memeriksa kembali nama kereta api, nomor perjalanan, relasi, jam keberangkatan, serta peron keberangkatan sebelum naik ke dalam kereta. Ketelitian pelanggan sangat penting agar perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan sesuai tujuan,” ujar Luqman.

Sebagai upaya pencegahan, KAI Daop 4 Semarang terus menghadirkan berbagai saluran informasi yang memudahkan pelanggan memperoleh informasi perjalanan secara akurat. Petugas boarding di stasiun melakukan pemeriksaan tiket sebelum pelanggan memasuki peron serta memberikan informasi terkait nama kereta api, tujuan perjalanan, dan peron keberangkatan. Selain itu, informasi juga disampaikan melalui papan informasi elektronik, layar monitor stasiun, aplikasi Access by KAI, serta pengumuman melalui pengeras suara oleh petugas announcer.

Sebagai tindak lanjut evaluasi tersebut, KAI Daop 4 Semarang akan memperkuat sistem informasi perjalanan melalui pengumuman berulang di area keberangkatan dengan menyebutkan nomor peron, nama kereta api, serta stasiun tujuan akhir secara konsisten. Di dalam perjalanan, kondektur juga akan memberikan pengumuman relasi kereta sesaat sebelum dan setelah keberangkatan guna mengantisipasi adanya pelanggan yang salah tujuan.

Selain itu, KAI terus melakukan penguatan fasilitas visual melalui penambahan dan evaluasi signage, papan informasi jadwal perjalanan, serta optimalisasi media informasi digital seperti monitor dan layar informasi yang ditempatkan di titik-titik strategis yang mudah terlihat oleh pelanggan.


Luqman menjelaskan bahwa pelanggan yang salah naik kereta api berpotensi mengalami kendala perjalanan karena harus diturunkan di stasiun terdekat yang memungkinkan untuk dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk menghindari kesalahan naik kereta api, KAI Daop 4 Semarang menghimbau pelanggan untuk:
1. Datang ke stasiun lebih awal sebelum jadwal keberangkatan.
2. Memastikan nama kereta api, nomor perjalanan, relasi, dan tujuan sesuai dengan yang tertera pada tiket.
3. Memperhatikan informasi peron keberangkatan yang diumumkan petugas announcer maupun yang ditampilkan pada layar informasi stasiun.
4. Tidak ragu bertanya kepada petugas apabila terdapat keraguan terkait kereta api yang akan dinaiki.
5. Memeriksa kembali nomor kereta dan nomor tempat duduk setelah berada di dalam rangkaian kereta.


KAI Daop 4 Semarang juga tengah melakukan evaluasi terhadap pola pelayanan di sejumlah stasiun dengan tingkat kejadian salah naik kereta yang relatif tinggi, termasuk pengaturan arus pelanggan, penataan ruang tunggu, serta peningkatan peran petugas dalam memberikan informasi dan arahan kepada pelanggan. Upaya tersebut diharapkan semakin menekan angka pelanggan salah naik kereta yang dalam dua tahun terakhir telah menunjukkan tren penurunan yang positif.


“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk selalu teliti dan tidak terburu-buru saat akan naik kereta api. Dengan memastikan kesesuaian kereta yang dinaiki, pelanggan dapat terhindar dari salah tujuan sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan lancar,” tutup Luqman.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perjalanan kereta api, masyarakat dapat menghubungi Customer Service di stasiun, Contact Center KAI 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.


Liburan ke Semarang Makin Mudah, Konektivitas Kereta Api Hadirkan Banyak Pilihan Perjalanan


Semarang semakin menarik sebagai destinasi liburan bersama keluarga berkat konektivitas kereta api yang kuat dengan berbagai kota di Pulau Jawa. Kemudahan akses ini memungkinkan masyarakat berwisata ke Semarang tanpa perlu menginap, cukup sampai Semarang pagi dan kembali pada malam hari.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan Semarang merupakan salah satu simpul transportasi penting di jalur utara Pulau Jawa yang didukung banyak pilihan perjalanan kereta api dari berbagai daerah.

“Semarang memiliki konektivitas yang sangat baik melalui transportasi kereta api. Masyarakat dari ujung barat seperti Jakarta hingga ujung timur Pulau Jawa seperti Banyuwangi, dan kota-kota lainnya memiliki banyak pilihan perjalanan menuju Semarang setiap hari sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman dan efisien,” ujar Luqman.

Tercatat terdapat 58 perjalanan kereta api yang menghubungkan berbagai kota dengan Semarang setiap harinya. Jakarta menjadi kota dengan frekuensi perjalanan terbanyak, yakni 21 perjalanan per hari, disusul Surabaya 15 perjalanan, Solo 8 perjalanan, Purwokerto 5 perjalanan, Malang 4 perjalanan, Bandung 3 perjalanan, serta masing-masing 1 perjalanan dari Jember dan Ketapang.

Sebagai contoh, masyarakat yang hendak ke Semarang dari arah barat seperti Jakarta dan sekitarnya dapat menggunakan KA Argo Muria, Argo Sindoro dan Argo Merbabu. Sedangkan dari wilayah timur seperti Surabaya tersedia KA Anggrek, Sembrani dan Anjasmoro, dan bagi yang berasal dari Banyuwangi terdapat KA Blambangan Ekspres. Sementara dari wilayah selatan seperti Solo dan Purwokerto terdapat layanan KA Joglosemarkerto dan KA Kamandaka.

“Dengan banyaknya pilihan jadwal perjalanan, pelanggan memiliki fleksibilitas untuk tiba di Semarang pada pagi hari, menikmati berbagai destinasi wisata, kemudian kembali ke kota asal pada malam hari,” tambah Luqman.

Semarang sendiri menawarkan beragam destinasi wisata yang dapat dikunjungi dalam satu hari, mulai dari Lawang Sewu, Kota Lama, Klenteng Sam Poo Kong, Masjid Agung Jawa Tengah, Simpang Lima, hingga Tugu Muda. Wisatawan juga dapat menikmati berbagai kuliner khas seperti lumpia, tahu gimbal, nasi ayam, mie kopyok, dan wingko babat.

Daya tarik Kota Semarang sebagai destinasi wisata juga tercermin dari tingginya jumlah kunjungan wisatawan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang pada periode Januari hingga April 2026 mencapai 4.750.237 orang. Angka tersebut menunjukkan bahwa Semarang tetap menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Jawa Tengah, baik untuk wisata sejarah, budaya, religi, kuliner, maupun wisata perkotaan.

Sementara berdasarkan data KAI menunjukkan bahwa pada periode Januari hingga April 2026, jumlah pelanggan kereta api yang menggunakan KA dari dan menuju stasiun wilayah Kota Semarang mencapai 2.469.967 orang. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 52 persen dari total kunjungan wisatawan ke Kota Semarang pada periode yang sama. Kontribusi tersebut menunjukkan bahwa kereta api menjadi salah satu moda transportasi utama yang mendukung pergerakan wisatawan menuju Kota Semarang sekaligus berperan dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

“Semarang memiliki kombinasi yang lengkap antara aksesibilitas yang baik dan beragam destinasi wisata yang menarik. Dengan dukungan konektivitas kereta api yang kuat, masyarakat dapat berkunjung ke Semarang dengan lebih mudah, nyaman, dan efisien sehingga semakin mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan ke kota ini,” jelas Luqman.

Luqman menambahkan bahwa kereta api menjadi pilihan transportasi yang tepat untuk mendukung wisata perkotaan karena nyaman, tepat waktu, serta memiliki akses yang dekat dengan pusat aktivitas masyarakat.

Selain menawarkan kemudahan perjalanan wisata sehari ke Semarang, KAI juga menghadirkan promo diskon sebesar 30 persen untuk perjalanan KA Ekonomi Komersial yang berlaku untuk keberangkatan pada periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Program ini dihadirkan untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat bepergian menggunakan kereta api selama masa libur sekolah.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum ini untuk bepergian menggunakan transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau. Dengan adanya promo diskon 30 persen serta banyaknya pilihan perjalanan menuju Semarang, liburan keluarga kini menjadi lebih mudah untuk direncanakan,” tutup Luqman.


MUSNAHKAN 132 KILOGRAM SABU, BUKTI KESERIUSAN BNN PERANG MELAWAN NARKOTIKA

JAKARTA.Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengambil langkah tegas dalam perang melawan narkotika dengan memusnahkan *132,16 kilogram* sabu hasil pengungkapan empat kasus tindak pidana narkotika dengan total barang bukti awal sebanyak 132.303 gram atau 132,3 Kg sabu. Dari total barang bukti sabu tersebut, sebanyak 136 gram telah disisihkan untuk kebutuhan uji laboratorium dan pembuktian dalam proses hukum.

*Kronologis Kasus*
*1. Pengungkapan Jaringan Narkotika Transnasional melalui Kurir Terbang*
Pada 29 April 2026 petugas gabungan BNN dengan Bea dan Cukai berhasil mengamankan dua kurir terbang berinisial AA dan DN di Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Kedua tersangka yang diketahui menggunakan identitas palsu diamankan bersama barang bukti sabu seberat 3.990 gram yang rencananya akan diedarkan di wilayah Lombok dan kawasan pariwisata sekitarnya. 

*2. Sabu Siap Edar untuk Wilayah Jabodetabek Berhasil Diamankan*
Pengungkapan berikutnya dilakukan pada 2 Mei 2026 terhadap tiga kurir berinisial MF, AH, dan AM di Jakarta Pusat. Dari hasil penggeledahan, petugas menyita 7.172 gram sabu yang sedang dipecah dan dikemas ulang di kamar hotel untuk diedarkan di wilayah Jabodetabek. Berdasarkan hasil pendalaman, jaringan ini diketahui dikendalikan oleh seorang buronan berinisial KB.

*3. Jaringan Narkotika DPO Faturahman Digulung, 92 Kilogram Sabu Diamankan*
BNN berhasil mengungkap jaringan DPO Faturahman di wilayah Kalimantan Timur. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan empat orang tersangka berinisial IP, RA, RM, dan MA, pada Kamis (7/5). Dari hasil penggeledahan, petugas menyita narkotika jenis sabu seberat 92.226 gram serta 1.000 cartridge vape yang mengandung etomidate sebanyak 1.000 mililiter. Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan dua kendaraan. Satu kendaraan berfungsi sebagai pengawal dan satu kendaraan lainnya digunakan untuk mengangkut narkotika yang disembunyikan di dalam koper serta kotak berlapis plastik hitam.

*4. Peredaran Sabu Lintas Provinsi Berhasil Digagalkan di Bogor*
Tim gabungan BNN dengan Bea dan Cukai berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu jaringan Aceh–Bogor pada Selasa (19/5), sekitar pukul 04.30 WIB, di parkiran sebuah minimarket di Parung Panjang, Bogor. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tiga tersangka yakni TA, Y, dan I, serta menyita kurang lebih 29 kilogram sabu dalam kemasan teh Cina berwarna hijau yang disembunyikan di dalam kendaraan pelaku.
Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait pengiriman narkotika dari Langsa, Aceh, menuju Jabodetabek melalui jalur darat dan penyeberangan Bakauheni–Merak. Tim gabungan yang terdiri dari Dit. Interdiksi BNN, Dit. Intelijen BNN, Bea dan Cukai, BNN Provinsi Sumatera Selatan, serta BNN Provinsi Banten kemudian melakukan surveillance hingga ke Bogor. Setelah kendaraan target ditinggalkan di Parung Panjang dan para pelaku bergerak menuju Bandara Soekarno-Hatta, petugas bergerak mengamankan seluruh tersangka beserta barang bukti ke Kantor BNN untuk proses pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.

Pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan empat kasus ini menjadi bagian dari rangkaian upaya BNN dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika di Indonesia. BNN bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat langkah-langkah pencegahan, penindakan, dan kerja sama lintas sektor guna mempersempit ruang gerak jaringan narkotika. Upaya bersama ini diharapkan dapat mewujudkan Indonesia yang tangguh, sehat, dan bebas dari narkotika.@

Minggu, 07 Juni 2026

BNN GAGALKAN PENYELUNDUPAN HASHISH 7,8 KG JARINGAN RUSIA DI BANGLI


Tim Gabungan BNN, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,  Bea dan Cukai, serta Polda Bali berhasil mengungkap jaringan penyelundupan narkotika internasional oleh WNA asal Rusia di Dusun Kayang, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali, pada Jumat (5/6), sekitar pukul 08.00 WIB.

Pengungkapan bermula dari informasi Bea dan Cukai Soekarno-Hatta terkait adanya tas koper berisi ganja asal Thailand yang dibawa penumpang berinisial KK (P/52 tahun) WNA Rusia dan diduga akan dibawa ke Bali.

Usai mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, KK diketahui  melanjutkan perjalanan menggunakan mobil rental menuju Pelabuhan Ketapang dan menyeberang pukul 01.30 WIB. Kemudian, setibanya di Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 03.00 WITA, KK dijemput oleh SK (L/40 tahun) yang juga seorang WNA Rusia.

Petugas selanjutnya melakukan pengejaran terhadap tersangka SK yang berusaha melarikan diri usai menurunkan KK dan tas koper berisi narkotika. Dalam pelarian tersebut SK mengendarai kendaraan dengan laju yang sangat kencang dan ugal-ugalan sehingga  sempat menabrak beberapa warga setempat. Hingga akhirnya petugas berhasil menghentikan mobil SK dan berhasil menangkapnya di Dusun Kayang. 

"Kami telah mengamankan barang bukti narkotika berupa Hashis (bentuk padatan dari tanaman ganja) dengan berat brutto 7,8 Kg, serta barang bukti non-narkotika berupa paspor, ponsel, dan 1 unit kendaraan roda empat," ujar Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto.

Saat ini BNN masih berkoordinasi dengan pihak Bea dan Cukai, Polda Bali, serta Imigrasi guna melakukan pengembangan kasus terhadap kemungkinan adanya tersangka WNA Rusia lain yang masih berada di Bali. 


Smile Police

Smile Police