Ketua Yayasan Binterbusih,Foto bersama siswinya yang berprestasi Lolos tes IPDN

Membanggakan,Tiga Siswi Dampingan Yayasan Binterbusih Lolos Test IPDN

Kunker Ke Bali,BNN Salurkan 2000 Paket Sambako Untuk Korban Banjir

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyalurkan 2.000 paket sembako bagi masyarakat terdampak banjir di Bali,Rabu(17/9)

Dandim Brebes Tekankan Loyalitas dan Soliditas TNI Kepada Jajarannya

Letkol Infanteri Tentrem Basuki, gelar jam komandan di Aula Jenderal Soedirman Makodim 0713 Brebes. Selasa (13/9/2022).

Pisah Sambut Kalapas Narkotika Karang Intan,Dorong Inovasi Berkualitas

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan (Kalsel), Mulyadi, pimpin serah terima jabatan

Hari Batik Nasional,KAI Hadirkan Live Music Gamelan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang menggelar ragam kegiatan bertema batik yang berlangsung di Stasiun Semarang Tawang


Kamis, 23 Juli 2026

PERINGATI HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL 2026, BNN TEGASKAN KOMITMEN MEMBANGUN GENERASI EMAS MELALUI GERAKAN ANANDA BERSINAR

Badan Narkotika Nasional (BNN) memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (23/7). Mengusung tema "Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan ANANDA BERSINAR Menuju Indonesia Emas 2045", peringatan HANI 2026 menjadi momentum untuk mempertegas komitmen pemerintah bersama seluruh elemen bangsa dalam melindungi dan membangun generasi yang unggul serta berdaya saing sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Peringatan HANI yang secara global diperingati setiap 26 Juni, pada tahun ini diselaraskan dengan peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2026. Momentum tersebut menegaskan bahwa perlindungan anak dari ancaman penyalahgunaan narkotika merupakan investasi strategis bagi masa depan bangsa. Sejalan dengan hal tersebut, BNN terus menguatkan Gerakan ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika) sebagai gerakan nasional yang menempatkan anak sebagai pusat perhatian dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui penguatan peran keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan anak dari ancaman narkotika, pada Puncak Peringatan HANI 2026 secara resmi diluncurkan Gerakan ANANDA BERSINAR oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Djamari Chaniago, bersama Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dengan didampingi oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Ekonomi Kreatif, Kepala Staf Presiden RI, Wakil Jaksa Agung RI, Kepala BPJPH, dan Kabareskrim POLRI. Peluncuran gerakan nasional tersebut menjadi tonggak penguatan kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem yang aman dan bebas dari narkotika bagi anak Indonesia melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Melalui Gerakan ANANDA BERSINAR, BNN mengedepankan pendekatan pencegahan yang komprehensif dan berkelanjutan dengan menanamkan nilai-nilai hidup sehat, karakter positif, serta ketahanan diri anak sejak usia dini. Gerakan ini diwujudkan melalui berbagai program edukasi, kampanye, dan pemberdayaan yang mendukung tumbuh kembang anak agar terhindar dari penyalahgunaan narkotika.

Sebagai bentuk nyata komitmen negara dalam memerangi kejahatan narkotika, Puncak Peringatan HANI 2026 turut diisi dengan pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus oleh BNN yang dilakukan secara simbolis oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Kepala BNN RI, beserta jajaran Menteri kabinet Merah Putih yang hadir dalam Peringatan HANI 2026. Kegiatan tersebut menjadi simbol ketegasan negara dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika sekaligus memastikan barang bukti yang berhasil disita dimusnahkan secara akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pada kesempatan yang sama, BNN juga menampilkan hasil pengungkapan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari kejahatan narkotika senilai Rp165 miliar. Pengungkapan TPPU tersebut menjadi bukti bahwa pemberantasan narkotika tidak hanya berfokus pada penangkapan pelaku dan penyitaan barang bukti, tetapi juga menyasar aliran dana serta aset hasil kejahatan guna memutus sumber pendanaan jaringan narkotika. Dengan mengedepankan strategi follow the money, BNN terus memperkuat upaya memiskinkan sindikat narkotika sebagai bagian dari pemberantasan yang menyeluruh.

Melalui peringatan HANI Tahun 2026, BNN menegaskan bahwa perang melawan narkotika merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi seluruh elemen bangsa. Penguatan upaya pencegahan melalui Gerakan ANANDA BERSINAR yang diiringi dengan penegakan hukum secara tegas, termasuk pemiskinan sindikat melalui pengungkapan TPPU, menjadi strategi yang saling melengkapi dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika. Dengan kolaborasi pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, dunia usaha, media, komunitas, dan masyarakat, BNN optimistis Indonesia mampu mencetak generasi unggul yang menjadi penggerak kemajuan bangsa sekaligus mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.


#warondrugsforhumanity
*BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN*

BNN MUSNAHKAN BARANG BUKTI NARKOTIKA PADA PERINGATAN HANI 2026, TEGASKAN KOMITMEN BERANTAS JARINGAN NARKOTIKA


Sebagai wujud komitmen dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, Badan Narkotika Nasional (BNN) melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan lima kasus tindak pidana narkotika pada Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026, Rabu (23/7). Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan jaringan narkotika nasional dan internasional dengan berbagai modus operandi, mulai dari penyelundupan melalui jalur udara, jalur laut, pemanfaatan mekanisme impor barang, hingga produksi narkotika di clandestine laboratory.

Barang bukti yang berhasil disita terdiri dari 3.006 gram hashish; 8.966,32 gram sabu; 3.370.000 gram bunga ganja Thailand; 890 mililiter cairan prekursor; 1.840 mililiter cairan kimia; serta 585,44 gram padatan kimia. Sebelum dilakukan pemusnahan, sebagian barang bukti telah disisihkan guna kepentingan pemeriksaan laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan. Sehingga total barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 2.996 gram hashish; 8.876,08 gram sabu; 3.360.604 gram bunga ganja Thailand; 860 mililiter cairan prekursor; 1.780 mililiter cairan kimia; dan 582,19 gram padatan kimia.

Berikut kronologis pengungkapan kasus tersebut:
*1. Pengungkapan Peredaran Gelap Sabu di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur (LKN 11)*
Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran gelap narkotika di wilayah Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas BNN Provinsi Jawa Timur melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan dua tersangka, yaitu S alias A dan MS.
Dari hasil penggeledahan ditemukan sabu dengan total berat 4.994,32 gram yang dibungkus dalam beberapa paket. Berdasarkan hasil pemeriksaan, narkotika tersebut diduga akan diedarkan di wilayah Bangkalan. Kasus ini selanjutnya dikembangkan untuk mengungkap jaringan yang terlibat.

*2. Pengungkapan Peredaran Gelap Hashish Jaringan Internasional (LKN 23)*
Berawal dari informasi petugas X-Ray Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta terkait temuan narkotika jenis hashish yang dibawa penumpang rute Thailand–Jakarta. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim BNN mengamankan seorang perempuan warga negara Rusia berinisial KK dan melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaannya.
Petugas menemukan 3.006 gram hashish yang disembunyikan pada dinding koper milik tersangka. Berdasarkan hasil interogasi, barang tersebut akan diserahkan kepada seseorang di wilayah Gilimanuk, Bali. Tim kemudian melakukan controlled delivery hingga berhasil mengamankan KS yang menjemput tersangka di Pelabuhan Gilimanuk. Saat akan diamankan, KS sempat berusaha melarikan diri, namun berhasil ditangkap bersama KK.
Pengembangan kembali dilakukan dan berhasil mengamankan seorang warga negara Rusia lainnya berinisial KV di wilayah Bali yang diduga berperan sebagai pengendali jaringan.

*3. Pengungkapan Laboratorium Gelap (Clandestine Laboratory) di Kota Padang (LKN 26)*
Berawal dari informasi masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di sebuah rumah di kawasan Indarung, Kota Padang. Menindaklanjuti informasi tersebut, BNN bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan seorang pria berinisial SE dengan barang bukti dua plastik bening berisi sabu seberat 1,4 gram.
Pendalaman lebih lanjut mengungkap bahwa tersangka membeli berbagai bahan kimia pembuat narkotika beserta peralatan laboratorium melalui platform daring. Berdasarkan pengakuan tersangka, petugas kemudian menggeledah sebuah lokasi di Jalan Tarantang, Kota Padang, yang digunakan sebagai clandestine laboratory untuk memproduksi methamphetamine.
Di lokasi tersebut petugas menemukan residu hasil produksi methamphetamine pada sejumlah peralatan laboratorium, serta 890 ml cairan prekursor, 1.840 ml cairan kimia, dan 585,44 gram padatan kimia yang digunakan sebagai bahan pembuatan sabu.
Tersangka mengaku menjalankan aktivitas tersebut bersama seorang rekannya berinisial S yang hingga kini masih dalam pengejaran petugas.

*4. Pengungkapan Penyelundupan Kuncup Bunga Cannabinoid Bermodus Impor Barang (LKN 28)*
Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi intelijen mengenai pengiriman kontainer dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju sebuah gudang di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan melakukan analisis dokumen kepabeanan, pemetaan jaringan, serta surveillance terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proses importasi.
Dari hasil operasi, petugas mengamankan empat kontainer yang berisi 3.370.000 gram kuncup bunga cannabinoid dengan modus penyembunyian di dalam 500 koper, matras lateks, serta satu karung berisi kuncup bunga cannabinoid. Barang tersebut kemudian dikirim menggunakan truk menuju sebuah gudang di Kabupaten Gresik.
Tim melakukan controlled delivery hingga akhirnya berhasil mengamankan WJ, AR, BT, dan M yang diduga terlibat dalam proses penerimaan barang di lokasi tersebut.

*5. Pengungkapan Penyelundupan Sabu Melalui Jalur Pelayaran (LKN 29)*
Berdasarkan informasi yang diterima, BNN bekerja sama dengan PT Pelindo serta Bea dan Cukai Tanjung Priok melakukan pengawasan terhadap penumpang KM Kelud yang bersandar di Terminal Penumpang Nusantara Pura, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan empat penumpang berinisial N, MY, Z, dan S. Dari hasil pemeriksaan ditemukan 40 bungkus plastik bening berisi sabu dengan total berat sekitar 3.972 gram yang dibawa secara terpisah oleh masing-masing tersangka.


*Ancaman Hukuman:*
Atas perbuatannya, seluruh tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup.


Pengungkapan berbagai kasus tersebut menunjukkan bahwa jaringan narkotika terus mengembangkan modus operandi dengan memanfaatkan berbagai jalur penyelundupan, mulai dari penerbangan internasional, transportasi laut, mekanisme impor barang, hingga produksi narkotika di clandestine laboratory. Untuk itu, BNN terus memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder terkait guna mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.

BNN juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.


#warondrugsforhumanity
*BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN*

Selasa, 21 Juli 2026

KA Barang Petikemas Tertampar Sepedamotor


Perjalanan KA 2527 KA Barang Petikemas Cargo relasi Stasiun Kampung bandan Jakarta – Stasiun Kalimas Surabaya tertemper sepeda motor di jalan perlintasan sebidang No. 5 KM 1+5/6 petak jalan antara Stasiun Jerakah – Stasiun Semarang Poncol pada Senin, 20 Juli 2026 pukul 06.50 WIB.

Akibat kejadian tersebut, KA Petikemas tersebut Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Semarang Poncol pada pukul  06.54 WIB untuk dilakukan pemeriksaan sarana. Setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), KA kembali diberangkatkan pada pukul 06.56 WIB. 

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengatakan bahwa berdasarkan keterangan masinis bahwa sebelum kejadian temperan, masinis sudah membunyikan semboyan klakson lokomotif berulang ulang sebagai tanda peringatan kepada pengendara jalan raya supaya minggir dari jalur ka.

“PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut,” tambah Luqman


KAI Daop 4 Semarang mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu disiplin saat melintasi perlintasan sebidang, berhenti ketika sinyal berbunyi, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas. Keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan merupakan tanggung jawab bersama.

Manager Humas Daop 4 Semarang
Luqman Arif

Senin, 13 Juli 2026

Libur Sekolah 2026, KAI Daop 4 Semarang Layani 1,09 Juta Pelanggan dan Pastikan Perjalanan Aman serta Nyaman

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah yang berlangsung mulai 22 Juni hingga 12 Juli 2026. Dalam periode tersebut, KAI Daop 4 Semarang melayani sebanyak 1.090.649 pelanggan perjalanan kereta api, yang terdiri atas 543.496 pelanggan berangkat dan 547.153 pelanggan tiba di wilayah operasional Daop 4 Semarang.

Tingginya jumlah pelanggan selama periode tersebut menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi salah satu moda transportasi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan, baik dalam rangka wisata, kunjungan keluarga, maupun aktivitas lainnya selama masa liburan sekolah.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa KAI terus berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dengan memastikan kesiapan operasional, keselamatan perjalanan, serta kenyamanan pelanggan selama periode dengan mobilitas tinggi.

“Kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api terus menjadi motivasi bagi KAI untuk memberikan pelayanan terbaik. Selama periode libur sekolah, KAI Daop 4 Semarang memastikan seluruh aspek operasional berjalan optimal, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, pelayanan di stasiun, hingga keselamatan perjalanan pelanggan,” ujar Luqman.

Selama periode 22 Juni hingga 12 Juli 2026, pelayanan pelanggan di wilayah KAI Daop 4 Semarang tersebar melalui berbagai stasiun. Stasiun Semarang Tawang menjadi stasiun dengan volume pelanggan tertinggi dengan total 336.752 pelanggan, terdiri atas 170.495 pelanggan naik dan 166.257 pelanggan turun.

Selanjutnya, Stasiun Semarang Poncol melayani sebanyak 251.145 pelanggan, dengan rincian 123.718 pelanggan naik dan 127.427 pelanggan turun. Kemudian Stasiun Tegal sebanyak 140.659 pelanggan, terdiri atas 71.722 pelanggan naik dan 68.937 pelanggan turun.

Selain itu, volume pelanggan tinggi juga tercatat di Stasiun Pekalongan sebanyak 101.566 pelanggan dengan rincian 50.345 pelanggan naik dan 51.212 pelanggan turun, serta Stasiun Cepu sebanyak 51.789 pelanggan yang terdiri atas 25.663 pelanggan naik dan 26.272 pelanggan turun.

Dari sisi layanan perjalanan, sejumlah kereta api menjadi pilihan favorit pelanggan selama periode libur sekolah. Kereta api dengan tingkat minat perjalanan tinggi di wilayah Daop 4 Semarang meliputi KA Kaligung, KA Kamandaka, KA Ambarawa Ekspres, KA Joglosemarkerto, KA Airlangga, KA Kedung Sepur, KA Argo Merbabu, KA Menoreh, KA Blora Jaya, dan KA Harina.

Sementara itu, beberapa kota tujuan favorit pelanggan selama periode tersebut meliputi Semarang, Surabaya, Jakarta, Solo, Tegal, dan Pekalongan.

Selain memastikan kesiapan operasional, KAI Daop 4 Semarang juga mendukung program stimulus pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dalam mendorong mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi selama periode libur sekolah. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui pemberian diskon tiket sebesar 30 persen untuk perjalanan kereta api kelas ekonomi komersial pada periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026.

Program stimulus tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan akses perjalanan kereta api dengan tarif yang lebih terjangkau sekaligus mendukung peningkatan mobilitas masyarakat selama masa liburan sekolah.

KAI Daop 4 Semarang mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama periode libur sekolah. KAI akan terus melakukan peningkatan kualitas layanan guna menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pelanggan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang
Luqman Arif

Sabtu, 04 Juli 2026

KAI Daop 4 Semarang Layani 7,26 Juta Pelanggan pada Semester I 2026, Tumbuh 10,18 Persen


Mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya kebutuhan perjalanan untuk bekerja, pendidikan, bisnis, wisata, dan aktivitas sosial. Pada Semester I Tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat peningkatan signifikan jumlah pelanggan sebagai indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap transportasi kereta api.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, KAI Daop 4 Semarang melayani 7.260.073 pelanggan, meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 6.588.959 pelanggan. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 671.114 pelanggan atau 10,18 persen (year on year).

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa peningkatan ini mencerminkan kuatnya preferensi masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi utama.

“Pertumbuhan jumlah pelanggan pada Semester I 2026 menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya masyarakat sebagai moda transportasi andalan. KAI Daop 4 Semarang terus berkomitmen menjaga layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan efisien,” ujar Luqman.

*Kinerja Operasional Semester I 2026*

Dari total 7.260.073 pelanggan tersebut, terdiri dari:
• 3.616.024 pelanggan naik 
• 3.644.049 pelanggan turun 

Mobilitas pelanggan dipengaruhi oleh berbagai momentum perjalanan seperti Angkutan Lebaran 2026, libur nasional, akhir pekan, serta peningkatan aktivitas ekonomi pada pertengahan tahun.

*5 Stasiun dengan Volume Pelanggan Tertinggi*

Selama Semester I 2026, lima stasiun dengan volume pelanggan tertinggi di wilayah Daop 4 Semarang adalah:

1. Stasiun Semarang Tawang
Total 2.156.118 pelanggan
Terdiri dari 1.057.722 pelanggan naik dan 1.098.396 pelanggan turun 

2. Stasiun Semarang Poncol
Total 1.742.337 pelanggan
Terdiri dari 876.105 pelanggan naik dan 866.232 pelanggan turun 

3. Stasiun Tegal
Total 962.544 pelanggan
Terdiri dari 475.476 pelanggan naik dan 487.068 pelanggan turun 

4. Stasiun Pekalongan
Total 708.976 pelanggan
Terdiri dari 355.700 pelanggan naik dan 353.276 pelanggan turun 


5. Stasiun Cepu
Total 343.873 pelanggan
Terdiri dari 171.020 pelanggan naik dan 172.853 pelanggan turun 

*Penguatan Peran KAI dalam Konektivitas Wilayah*

Tingginya volume pelanggan menunjukkan peran strategis KAI Daop 4 Semarang dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Jawa Tengah dan sekitarnya. Layanan kereta api tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi, tetapi juga mendukung pergerakan ekonomi, akses pendidikan, pariwisata, dan integrasi sosial masyarakat.

KAI Daop 4 Semarang terus meningkatkan kualitas layanan melalui penguatan operasional perjalanan, peningkatan fasilitas stasiun, optimalisasi layanan pelanggan, serta penyediaan informasi perjalanan yang cepat dan mudah diakses.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang terus memilih kereta api sebagai moda transportasi utama. KAI Daop 4 Semarang akan terus meningkatkan pelayanan agar perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu,” tutup Luqman.


Manager Humas KAI Daop 4 Semarang
Luqman Arif

Kamis, 02 Juli 2026

Dukung Efisiensi Logistik dan Konektivitas Ekonomi Nasional, Volume Angkutan Barang KAI Daop 4 Semarang Tumbuh Signifikan


Aktivitas ekonomi suatu negara dapat terlihat salah satunya dari seberapa lancar barang berpindah dari pusat produksi menuju kawasan industri, pelabuhan, pusat distribusi, hingga tangan konsumen. Pada lima bulan pertama tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang mencatat pertumbuhan positif pada layanan angkutan barang yang terdiri dari angkutan retail dan peti kemas sebagai salah satu tulang punggung distribusi barang nasional.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KAI Daop 4 Semarang melayani 3.161 ton angkutan retail. Capaian tersebut meningkat 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 2.981 ton. Jika dibandingkan dengan Januari–Mei 2024 yang mencapai 3.093 ton, volume angkutan retail KAI Daop 4 Semarang tumbuh 2 persen dalam dua tahun terakhir.

Sementara untuk angkutan peti kemas, sepanjang Januari hingga Mei 2026, KAI Daop 4 Semarang melayani 99.751 ton. Angka tersebut meningkat 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 79.848 ton. Jika dibandingkan dengan Januari–Mei 2024 yang mencapai 65.415 ton, volume angkutan peti kemas tumbuh 52 persen dalam dua tahun terakhir.

Secara keseluruhan, volume angkutan seluruh komoditas yang dilayani KAI Daop 4 Semarang sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 130.710 ton. Jumlah tersebut meningkat 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 98.926 ton, dan tumbuh 49 persen dibandingkan Januari–Mei 2024 yang mencapai 87.267 ton. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin besarnya peran transportasi berbasis rel dalam mendukung kelancaran distribusi logistik di Jawa Tengah maupun secara nasional.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengatakan bahwa peningkatan volume angkutan barang tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan distribusi yang mengikuti perkembangan industri, perdagangan, dan konsumsi masyarakat.

"Pertumbuhan angkutan barang menunjukkan meningkatnya aktivitas distribusi di berbagai sektor. Kereta api hadir untuk memastikan arus logistik berlangsung secara terjadwal, efisien, aman, dan mampu mendukung kebutuhan dunia usaha maupun masyarakat," ujar Luqman.

Di wilayah Daop 4 Semarang, layanan angkutan barang didukung oleh keberadaan berbagai kawasan industri strategis di Jawa Tengah, seperti Kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Terpadu Batang, hingga kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Selain itu, KAI Daop 4 Semarang juga mengoperasikan sejumlah Container Yard (CY) sebagai simpul distribusi logistik, yaitu CY Pethek di Stasiun Semarang Poncol, CY Ronggowarsito di area Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, serta CY Brumbung di Stasiun Brumbung.

Setiap harinya terdapat sekitar 30 perjalanan kereta api barang yang melintas di wilayah Daop 4 Semarang dengan berbagai tujuan seperti Jakarta, Surabaya, Ketapang, Madiun, hingga Jember. Beragam komoditas yang diangkut antara lain semen, bahan bakar minyak (BBM), peti kemas, serta barang retail yang mendukung kebutuhan industri maupun masyarakat.

Peningkatan volume angkutan barang melalui kereta api memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar perpindahan barang. Setiap perjalanan kereta barang membawa bahan baku industri, produk manufaktur menuju pasar, komoditas ekspor ke pelabuhan, hingga berbagai kebutuhan masyarakat yang harus tersedia tepat waktu. Kelancaran distribusi tersebut berkontribusi terhadap efisiensi biaya logistik, menjaga stabilitas pasokan barang, dan mendukung produktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Selain mendukung efisiensi distribusi, angkutan barang berbasis rel juga membantu meningkatkan kapasitas sistem transportasi nasional. Dengan kemampuan mengangkut barang dalam volume besar dalam satu perjalanan, kereta api mendukung distribusi yang lebih efektif sekaligus memperkuat konektivitas antara kawasan industri, pusat logistik, dan pelabuhan.

"Logistik yang kuat akan memperkuat ekonomi. Karena itu KAI Daop 4 Semarang terus mengembangkan layanan angkutan barang agar mampu mendukung konektivitas kawasan industri, pusat distribusi, dan pelabuhan yang menjadi simpul penting pertumbuhan ekonomi nasional," tutup Luqman.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang

Smile Police

Smile Police