Ketua Yayasan Binterbusih,Foto bersama siswinya yang berprestasi Lolos tes IPDN

Membanggakan,Tiga Siswi Dampingan Yayasan Binterbusih Lolos Test IPDN

Kunker Ke Bali,BNN Salurkan 2000 Paket Sambako Untuk Korban Banjir

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyalurkan 2.000 paket sembako bagi masyarakat terdampak banjir di Bali,Rabu(17/9)

Dandim Brebes Tekankan Loyalitas dan Soliditas TNI Kepada Jajarannya

Letkol Infanteri Tentrem Basuki, gelar jam komandan di Aula Jenderal Soedirman Makodim 0713 Brebes. Selasa (13/9/2022).

Pisah Sambut Kalapas Narkotika Karang Intan,Dorong Inovasi Berkualitas

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan (Kalsel), Mulyadi, pimpin serah terima jabatan

Hari Batik Nasional,KAI Hadirkan Live Music Gamelan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang menggelar ragam kegiatan bertema batik yang berlangsung di Stasiun Semarang Tawang


Sabtu, 01 Agustus 2026

BGN Pastikan Program MBG Tetap Berjalan Optimal Pascaputusan MK


Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan optimal menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait penganggaran program tersebut.

BGN, kata dia, siap menjalankan setiap kebijakan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.

Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar mengatakan BGN berperan sebagai pelaksana program di tingkat operasional. Karena itu, seluruh pelaksanaan Program MBG akan mengikuti kebijakan pemerintah melalui mekanisme penganggaran yang berlaku.

“Kami adalah lembaga pemerintah di tingkat operasional. Apa pun keputusan negara dan kebijakan pemerintah nantinya, kami akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Tugas kami adalah memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal untuk masyarakat,” ujar Mas Dar, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan mengenai penganggaran merupakan kewenangan pemerintah melalui mekanisme yang melibatkan kementerian dan lembaga terkait.

Sementara itu, BGN akan tetap berfokus memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan baik sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat.

“Alokasi anggaran untuk program MBG akan digunakan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Mas Dar menambahkan, hingga saat ini pelaksanaan Program MBG di berbagai daerah masih berlangsung sesuai rencana.

BGN juga terus menyelaraskan data bersama kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat perluasan layanan, terutama di wilayah dengan prevalensi stunting yang tinggi agar intervensi gizi dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Ia berharap berbagai pihak dapat terus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Program MBG.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dengan mengedepankan data, optimisme, dan semangat bersama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat.

Sebelumnya, MK memutuskan anggaran program MBG tidak boleh lagi menjadi bagian dari anggaran pendidikan. Pemisahan tersebut wajib dilakukan paling lambat pada APBN 2028 atau maksimal dua tahun sejak putusan dibacakan MK.

Putusan itu dibacakan dalam Sidang Pengucapan Putusan Nomor 40/PUU-XXIV/2026 pada Kamis (30/7/2026), yang mengabulkan sebagian permohonan uji materi penjelasan Pasal 22 ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026.

Ketua MK Suhartoyo menyatakan penjelasan Pasal 22 ayat (3) UU APBN 2026 tetap konstitusional, tetapi hanya berlaku untuk APBN 2026. Artinya, APBN tahun-tahun berikutnya, anggaran program MBG yang bukan merupakan komponen utama pendidikan harus dipisahkan dari anggaran operasional penyelenggaraan pendidikan.

“Tahun-tahun berikutnya anggaran program makan bergizi yang bukan merupakan komponen utama pendidikan, dipisah. Pemisahan dimaksud berlaku paling lambat dalam APBN 2028 atau paling lama dua tahun sejak putusan a quo diucapkan,” tegas Suhartoyo membacakan amar putusan. 

34 Perjalanan KA Keberangkatan Awal Daop 4 Semarang Nyaris 100 Persen Tepat Waktu pada Semester I 2026


KAI Daop 4 Semarang kembali mencatatkan kinerja operasional yang membanggakan pada Semester I Tahun 2026. Selama periode Januari hingga Juni 2026, sebanyak 34 perjalanan kereta api keberangkatan awal dari wilayah Daop 4 Semarang berhasil mencatatkan tingkat ketepatan waktu (On Time Performance/OTP) yang nyaris mencapai 100 persen, sebagai wujud komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang andal, aman, dan tepat waktu bagi masyarakat.

Ke-34 perjalanan tersebut melayani berbagai tujuan utama di Pulau Jawa, terdiri atas :

-. 12 perjalanan menuju Jakarta, seperti KA Argo Sindoro, KA Argo Muria, KA Argo Merbabu, KA Gunungjati, KA Menoreh, KA Tawang Jaya Premium, KA Tawang Jaya, dan KA Tegal Bahari. 
-. 2 perjalanan menuju Surabaya menggunakan KA Ambarawa Ekspres pagi dan siang
-. 3 perjalanan menuju Purwokerto dan Cilacap melalui KA Kamandaka, 
-. 7 perjalanan menuju Tegal, Brebes dan Cirebon Prujakan menggunakan KA Kaligung.
-. 2 perjalanan menuju Solo menggunakan KA Banyubiru,
-. 4 perjalanan KA lokal yaitu KA Kedungsepur relasi Semarang Poncol - Ngrombo,
-. 2 perjalanan menuju Cepu menggunakan KA Blora Jaya, 
-. 1 perjalanan menuju Bandung melalui KA Ciremai,

*Prosentase KA Berangkat dan Datang Daop 4*

Secara keseluruhan, KAI Daop 4 Semarang juga mencatat kinerja ketepatan waktu yang sangat baik sepanjang Semester I 2026. Untuk perjalanan kereta api penumpang, tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,45 persen, sedangkan ketepatan waktu kedatangan mencapai 95,83 persen. Sementara itu, pada layanan kereta api barang, OTP keberangkatan mencapai 97,65 persen dan OTP kedatangan sebesar 98,06 persen.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari disiplin operasional yang konsisten serta sinergi seluruh insan KAI dalam menjaga kelancaran perjalanan kereta api.

"Keberhasilan 34 perjalanan KA keberangkatan awal Daop 4 Semarang mencatatkan ketepatan waktu yang nyaris 100 persen merupakan bukti nyata komitmen KAI dalam menghadirkan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Capaian ini menunjukkan bahwa koordinasi dan disiplin operasional di seluruh lini berjalan sangat baik, mulai dari petugas pengatur perjalanan kereta api, masinis, petugas stasiun, hingga tim perawatan sarana dan prasarana," ujar Luqman.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan tingkat ketepatan waktu tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah strategis yang terus dilakukan KAI Daop 4 Semarang. Koordinasi antara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop), petugas stasiun, dan masinis terus diperkuat agar pengaturan perjalanan berlangsung lebih efektif dan responsif terhadap berbagai kondisi di lapangan.

Selain itu, pemeliharaan sarana dan prasarana perkeretaapian dilakukan secara berkala dan terjadwal, disertai kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna meminimalkan potensi gangguan perjalanan. KAI Daop 4 Semarang juga memanfaatkan sistem pemantauan secara real-time untuk memonitor kondisi lintas sehingga potensi hambatan dapat dideteksi dan ditangani sejak dini. Evaluasi operasional pun rutin dilakukan sebagai upaya penyempurnaan prosedur serta peningkatan pengendalian keterlambatan.

Luqman menambahkan, tingginya tingkat ketepatan waktu memberikan manfaat nyata bagi pelanggan karena menciptakan kepastian dalam merencanakan aktivitas maupun perjalanan lanjutan.

"Dengan jadwal perjalanan yang semakin tepat waktu, pelanggan dapat merencanakan aktivitasnya dengan lebih pasti. Ketepatan waktu tidak hanya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan pengalaman perjalanan yang lebih baik. Capaian ini akan terus kami jaga melalui peningkatan pelayanan, keselamatan, dan keandalan operasional," tutup Luqman.


Sosok Komjen Suyudi Ario Seto, Akpol 94 yang Dirumorkan Masuk Bursa Calon Kapolri


Karier kepemimpinannya dimulai dari Kapolsek Metro Pasar Minggu, kemudian berlanjut sebagai Kapolsek Metro Tanah Abang dan Kapolsek Metro Penjaringan.

Setelah itu, ia dipercaya menangani berbagai posisi di bidang reserse, mulai dari Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, hingga Kanit Jatanras Polda Metro Jaya.

Pengalaman tersebut membentuk reputasinya sebagai perwira yang lama berkecimpung dalam penanganan perkara kriminal.

Kariernya terus menanjak ketika dipercaya menjadi Kapolres Majalengka pada 2014, Kapolres Bogor pada 2015, Kapolresta Bogor Kota pada 2016, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat pada tahun 2017.

Di tingkat Polda, Suyudi pernah menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Wakapolda Metro Jaya, kemudian dipromosikan sebagai Kapolda Banten.

Saat menjabat Kapolda Banten, ia memimpin pengamanan berbagai agenda nasional, termasuk pengamanan objek vital dan tahapan Pilkada 2024.

Setelah itu, Suyudi dipercaya menjadi Asisten Utama Bidang Operasi (Astamaops) Kapolri yang bertugas mengoordinasikan berbagai operasi kepolisian secara nasional.

Kariernya kembali meningkat ketika dilantik sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Agustus 2025. Bersamaan dengan jabatan tersebut, ia resmi menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi atau jenderal bintang tiga.

Sebagai Kepala BNN, Suyudi memimpin strategi pemberantasan peredaran gelap narkotika, memperkuat upaya pencegahan, hingga rehabilitasi penyalahguna narkoba di berbagai daerah.

Selama lebih dari tiga dekade bertugas, sebagian besar perjalanan karier Suyudi memang berlangsung di Jakarta dan wilayah penyangga. Pengalamannya sebagai penyidik, pimpinan reserse, hingga pemimpin kepolisian wilayah membuat namanya dikenal luas di internal Polri.

Sejumlah pengamat menilai rekam jejak tersebut menjadi salah satu modal apabila pemerintah mencari figur yang memiliki pengalaman operasional sekaligus kemampuan memimpin organisasi berskala nasional.

Meski begitu, hingga kini pemerintah belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan dipilih untuk memimpin Korps Bhayangkara berikutnya.

Dengan demikian, nama Komjen Suyudi Ario Seto masih menjadi salah satu figur yang diperbincangkan dalam bursa calon kuat menjadi Kapolri, bersama sejumlah perwira tinggi Polri lainnya

Minggu, 26 Juli 2026

Alun- Alun Bojonegoro Bakal Di Revitalusasi,Segini Anggaranya


Pemkab Bojonegoro bakal mengubah wajah Alun-Alun danTaman Rajekwesi dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2026. 

Sesuai rencana, tahap konstruksi berjalan pada awal Agustus mendatang. Namun, Jumat (24/7) sudah dipagari seng .

Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro Anang Prasetyo Adi mengatakan, seluruh persiapan proyek berada pada tahap finalisasi administrasi. Jika tidak ada kendala, pengerjaan konstruksi dimulai awal bulan depan. ‘’Awal Agustus,’’ ujar Anang, kemarin (22/7).


Anang berharap, masyarakat mendukung pelaksanaan proyek revitalisasi dua ruang publik yang menjadi ikon Kota Ledre tersebut. Dukungan masyarakat penting agar proses pembangunan dapat berjalan lancar sesuai rencana. ‘’Sehingga penataan alun-alun dan Taman Rajekwesi dapat terlaksana secara lancar,’’ imbuhnya.

Seiring dimulainya proyek, satuan polisi pamong praja (satpol PP) mulai menyiapkan langkah sterilisasi kawasan.


Kamis, 23 Juli 2026

PERINGATI HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL 2026, BNN TEGASKAN KOMITMEN MEMBANGUN GENERASI EMAS MELALUI GERAKAN ANANDA BERSINAR

Badan Narkotika Nasional (BNN) memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (23/7). Mengusung tema "Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan ANANDA BERSINAR Menuju Indonesia Emas 2045", peringatan HANI 2026 menjadi momentum untuk mempertegas komitmen pemerintah bersama seluruh elemen bangsa dalam melindungi dan membangun generasi yang unggul serta berdaya saing sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Peringatan HANI yang secara global diperingati setiap 26 Juni, pada tahun ini diselaraskan dengan peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2026. Momentum tersebut menegaskan bahwa perlindungan anak dari ancaman penyalahgunaan narkotika merupakan investasi strategis bagi masa depan bangsa. Sejalan dengan hal tersebut, BNN terus menguatkan Gerakan ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika) sebagai gerakan nasional yang menempatkan anak sebagai pusat perhatian dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui penguatan peran keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan anak dari ancaman narkotika, pada Puncak Peringatan HANI 2026 secara resmi diluncurkan Gerakan ANANDA BERSINAR oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Djamari Chaniago, bersama Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dengan didampingi oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Ekonomi Kreatif, Kepala Staf Presiden RI, Wakil Jaksa Agung RI, Kepala BPJPH, dan Kabareskrim POLRI. Peluncuran gerakan nasional tersebut menjadi tonggak penguatan kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem yang aman dan bebas dari narkotika bagi anak Indonesia melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Melalui Gerakan ANANDA BERSINAR, BNN mengedepankan pendekatan pencegahan yang komprehensif dan berkelanjutan dengan menanamkan nilai-nilai hidup sehat, karakter positif, serta ketahanan diri anak sejak usia dini. Gerakan ini diwujudkan melalui berbagai program edukasi, kampanye, dan pemberdayaan yang mendukung tumbuh kembang anak agar terhindar dari penyalahgunaan narkotika.

Sebagai bentuk nyata komitmen negara dalam memerangi kejahatan narkotika, Puncak Peringatan HANI 2026 turut diisi dengan pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus oleh BNN yang dilakukan secara simbolis oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Kepala BNN RI, beserta jajaran Menteri kabinet Merah Putih yang hadir dalam Peringatan HANI 2026. Kegiatan tersebut menjadi simbol ketegasan negara dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika sekaligus memastikan barang bukti yang berhasil disita dimusnahkan secara akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pada kesempatan yang sama, BNN juga menampilkan hasil pengungkapan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari kejahatan narkotika senilai Rp165 miliar. Pengungkapan TPPU tersebut menjadi bukti bahwa pemberantasan narkotika tidak hanya berfokus pada penangkapan pelaku dan penyitaan barang bukti, tetapi juga menyasar aliran dana serta aset hasil kejahatan guna memutus sumber pendanaan jaringan narkotika. Dengan mengedepankan strategi follow the money, BNN terus memperkuat upaya memiskinkan sindikat narkotika sebagai bagian dari pemberantasan yang menyeluruh.

Melalui peringatan HANI Tahun 2026, BNN menegaskan bahwa perang melawan narkotika merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi seluruh elemen bangsa. Penguatan upaya pencegahan melalui Gerakan ANANDA BERSINAR yang diiringi dengan penegakan hukum secara tegas, termasuk pemiskinan sindikat melalui pengungkapan TPPU, menjadi strategi yang saling melengkapi dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika. Dengan kolaborasi pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, dunia usaha, media, komunitas, dan masyarakat, BNN optimistis Indonesia mampu mencetak generasi unggul yang menjadi penggerak kemajuan bangsa sekaligus mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.


#warondrugsforhumanity
*BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN*

BNN MUSNAHKAN BARANG BUKTI NARKOTIKA PADA PERINGATAN HANI 2026, TEGASKAN KOMITMEN BERANTAS JARINGAN NARKOTIKA


Sebagai wujud komitmen dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, Badan Narkotika Nasional (BNN) melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan lima kasus tindak pidana narkotika pada Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026, Rabu (23/7). Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan jaringan narkotika nasional dan internasional dengan berbagai modus operandi, mulai dari penyelundupan melalui jalur udara, jalur laut, pemanfaatan mekanisme impor barang, hingga produksi narkotika di clandestine laboratory.

Barang bukti yang berhasil disita terdiri dari 3.006 gram hashish; 8.966,32 gram sabu; 3.370.000 gram bunga ganja Thailand; 890 mililiter cairan prekursor; 1.840 mililiter cairan kimia; serta 585,44 gram padatan kimia. Sebelum dilakukan pemusnahan, sebagian barang bukti telah disisihkan guna kepentingan pemeriksaan laboratorium dan pembuktian perkara di persidangan. Sehingga total barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 2.996 gram hashish; 8.876,08 gram sabu; 3.360.604 gram bunga ganja Thailand; 860 mililiter cairan prekursor; 1.780 mililiter cairan kimia; dan 582,19 gram padatan kimia.

Berikut kronologis pengungkapan kasus tersebut:
*1. Pengungkapan Peredaran Gelap Sabu di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur (LKN 11)*
Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran gelap narkotika di wilayah Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas BNN Provinsi Jawa Timur melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan dua tersangka, yaitu S alias A dan MS.
Dari hasil penggeledahan ditemukan sabu dengan total berat 4.994,32 gram yang dibungkus dalam beberapa paket. Berdasarkan hasil pemeriksaan, narkotika tersebut diduga akan diedarkan di wilayah Bangkalan. Kasus ini selanjutnya dikembangkan untuk mengungkap jaringan yang terlibat.

*2. Pengungkapan Peredaran Gelap Hashish Jaringan Internasional (LKN 23)*
Berawal dari informasi petugas X-Ray Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta terkait temuan narkotika jenis hashish yang dibawa penumpang rute Thailand–Jakarta. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim BNN mengamankan seorang perempuan warga negara Rusia berinisial KK dan melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaannya.
Petugas menemukan 3.006 gram hashish yang disembunyikan pada dinding koper milik tersangka. Berdasarkan hasil interogasi, barang tersebut akan diserahkan kepada seseorang di wilayah Gilimanuk, Bali. Tim kemudian melakukan controlled delivery hingga berhasil mengamankan KS yang menjemput tersangka di Pelabuhan Gilimanuk. Saat akan diamankan, KS sempat berusaha melarikan diri, namun berhasil ditangkap bersama KK.
Pengembangan kembali dilakukan dan berhasil mengamankan seorang warga negara Rusia lainnya berinisial KV di wilayah Bali yang diduga berperan sebagai pengendali jaringan.

*3. Pengungkapan Laboratorium Gelap (Clandestine Laboratory) di Kota Padang (LKN 26)*
Berawal dari informasi masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di sebuah rumah di kawasan Indarung, Kota Padang. Menindaklanjuti informasi tersebut, BNN bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan seorang pria berinisial SE dengan barang bukti dua plastik bening berisi sabu seberat 1,4 gram.
Pendalaman lebih lanjut mengungkap bahwa tersangka membeli berbagai bahan kimia pembuat narkotika beserta peralatan laboratorium melalui platform daring. Berdasarkan pengakuan tersangka, petugas kemudian menggeledah sebuah lokasi di Jalan Tarantang, Kota Padang, yang digunakan sebagai clandestine laboratory untuk memproduksi methamphetamine.
Di lokasi tersebut petugas menemukan residu hasil produksi methamphetamine pada sejumlah peralatan laboratorium, serta 890 ml cairan prekursor, 1.840 ml cairan kimia, dan 585,44 gram padatan kimia yang digunakan sebagai bahan pembuatan sabu.
Tersangka mengaku menjalankan aktivitas tersebut bersama seorang rekannya berinisial S yang hingga kini masih dalam pengejaran petugas.

*4. Pengungkapan Penyelundupan Kuncup Bunga Cannabinoid Bermodus Impor Barang (LKN 28)*
Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi intelijen mengenai pengiriman kontainer dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju sebuah gudang di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan melakukan analisis dokumen kepabeanan, pemetaan jaringan, serta surveillance terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proses importasi.
Dari hasil operasi, petugas mengamankan empat kontainer yang berisi 3.370.000 gram kuncup bunga cannabinoid dengan modus penyembunyian di dalam 500 koper, matras lateks, serta satu karung berisi kuncup bunga cannabinoid. Barang tersebut kemudian dikirim menggunakan truk menuju sebuah gudang di Kabupaten Gresik.
Tim melakukan controlled delivery hingga akhirnya berhasil mengamankan WJ, AR, BT, dan M yang diduga terlibat dalam proses penerimaan barang di lokasi tersebut.

*5. Pengungkapan Penyelundupan Sabu Melalui Jalur Pelayaran (LKN 29)*
Berdasarkan informasi yang diterima, BNN bekerja sama dengan PT Pelindo serta Bea dan Cukai Tanjung Priok melakukan pengawasan terhadap penumpang KM Kelud yang bersandar di Terminal Penumpang Nusantara Pura, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan empat penumpang berinisial N, MY, Z, dan S. Dari hasil pemeriksaan ditemukan 40 bungkus plastik bening berisi sabu dengan total berat sekitar 3.972 gram yang dibawa secara terpisah oleh masing-masing tersangka.


*Ancaman Hukuman:*
Atas perbuatannya, seluruh tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup.


Pengungkapan berbagai kasus tersebut menunjukkan bahwa jaringan narkotika terus mengembangkan modus operandi dengan memanfaatkan berbagai jalur penyelundupan, mulai dari penerbangan internasional, transportasi laut, mekanisme impor barang, hingga produksi narkotika di clandestine laboratory. Untuk itu, BNN terus memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder terkait guna mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.

BNN juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.


#warondrugsforhumanity
*BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN*

Smile Police

Smile Police